Cegah Harga Jual Tinggi, Pemkot Yogyakarta Hadirkan Warung Mrantasi di Pasar Sentul dan Prawirotaman
Program Warung Mrantasi saat ini hadir di Pasar Beringharjo, bakal diperluas ke Pasar Sentul dan Pasar Prawirotaman Kota Yogyakarta. --Dok. Pemkot YK
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta akan memperluas program Warung Masyarakat Lan Pedagang Tanggap Inflasi (Mrantasi) di Pasar Prawirotaman dan Sentul Kota Yogyakarta.
Warung Mrantasi merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi daerah dengan melibatkan para pedagang komoditas bahan pokok di pasar, di mana saat ini Warung Mrantasi telah hadir di Pasar Beringharjo.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengatakan Gerakan Mrantasi diluncurkan pada Mei 2024 denagan dilakukan edukasi dan sosialisasi terkait Warung Mrantasi.
Kemudian pada Juli 2024 Warung Mrantasi diluncurkan di Pasar Beringharjo dengan menggandeng 25 pedagang sebagai percontohan Warung Mrantasi.
BACA JUGA : Pembangunan Pasar Terban Capai 60 Persen, Wamen PU Diana Soroti Sanitasi
BACA JUGA : HUT ke-51 PPNI Kota Yogakarta, Ratusan Pedagang Pasar Beringharjo Ikuti Cek Kesehatan Gratis
"Ini (Warung Mrantasi) akan kita kembangkan di Pasar Prawirotaman dan Sentul melibatkan sebanyak 49 pedagang," kata Vero, Kamis (24/7/2025).
Warung Mrantasi mengajak pedagang untuk sadar, patuh dan tanggap dengan tidak menjual komoditas barang kebutuhan pokok di atas harga eceran tertinggi (HET).
Vero menyatakan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta berkoordinasi dengan Bank Indonesia terkait rencana mengadakan Sekolah Mrantasi yang akan diluncurkan 28 Juli 2025.
Targetnya diikuti 160 orang dan pelaksanaannya akan terbagi dalam 8 kelompok pada Juli-November 2025 di mana pengelompokan sesuai zonasi komoditas masing-masing.
BACA JUGA : Tercatat 2,04 Persen, Pemda DIY Pastikan Inflasi 2025 Tetap Terjaga
BACA JUGA : Temui Pedagang di Pasar Beringharjo, Pemkot Yogyakarta Pastikan Tak Terjadi Inflasi
"Karena kami ingin tahu produknya dari mana dan seperti apa. Mungkin tidak serta merta mengurangi atau menurunkan inflasi daerah. Tetapi ini paling tidak mengedukasi supaya pedagang juga tidak selalu mencari keuntungan yang terlalu tinggi," jelasnya.
Menurutnya, jika pedagang terutama di pasar-pasar yang menjadi tempat masyarakat kulakan atau membeli barang dan dijual kembali, mengambil keuntungan terlalu besar akan meningkatkan inflasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: