Panduan Mendaki Gunung Rinjani Yang Harus Kamu Tahu

Panduan Mendaki Gunung Rinjani Yang Harus Kamu Tahu

Mendaki Gunung Rinjani--

diswayjogja.id – Aktivitas luar ruangan, khususnya mendaki gunung, kini telah bertransformasi menjadi gaya hidup dan tren wisata yang sangat digemari oleh berbagai kalangan di Indonesia. Di tengah banyaknya pilihan puncak yang tersebar di nusantara, Gunung Rinjani yang terletak di Pulau Lombok tetap konsisten menempati urutan teratas sebagai destinasi impian. Memiliki ketinggian yang menjulang hingga 3.726 meter di atas permukaan laut, Rinjani bukan sekadar gundukan tanah yang tinggi, melainkan sebuah simbol keindahan alam yang memadukan tantangan fisik ekstrem dengan pesona visual yang sulit dicari tandingannya di belahan dunia lain.

Bagi banyak orang, perjalanan menuju puncak Rinjani dianggap sebagai sebuah ritus pendewasaan atau perjalanan spiritual yang mendalam. Medan yang harus ditempuh memang tidaklah mudah, namun setiap tetes keringat seolah terbayar lunas ketika mata memandang hamparan sabana Sembalun yang luas atau keelokan Danau Segara Anak yang berkilau dari ketinggian. Tidak mengherankan jika jalur Sembalun menjadi primadona, karena selain menyuguhkan panorama yang sinematik, jalur ini memberikan akses yang relatif lebih terbuka bagi mereka yang ingin merasakan sensasi berdiri di titik tertinggi pulau seribu masjid tersebut.

Namun, di balik keindahannya, Rinjani menyimpan tantangan yang nyata bagi siapa saja yang meremehkannya. Perubahan cuaca yang drastis, kondisi fisik yang dipaksa bekerja ekstra keras, serta manajemen logistik yang rumit adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan dengan matang. Bagi seorang pemula, mendaki gunung setinggi ini memerlukan lebih dari sekadar keberanian; dibutuhkan pengetahuan yang mumpuni mengenai medan, aturan yang berlaku, serta perlengkapan yang tepat agar perjalanan tidak berubah menjadi bencana.

Artikel ini disusun khusus sebagai panduan komprehensif bagi Anda yang baru pertama kali berencana menginjakkan kaki di tanah Rinjani. Kami merangkum berbagai informasi krusial, mulai dari rute perjalanan menuju lokasi, estimasi anggaran yang dibutuhkan, hingga rencana perjalanan (itinerary) hari demi hari. Dengan persiapan yang terencana secara matang, petualangan Anda di salah satu gunung berapi paling aktif dan indah di Indonesia ini dipastikan akan menjadi kenangan manis yang tak terlupakan seumur hidup.

BACA JUGA : Daftar Destinasi Berkemah Unggulan di Yogyakarta Dari Pegunungan hingga Tepian Samudera

BACA JUGA : Ragam Aktivitas Seru di Kawasan Wisata Gunung Dago Bogor

Mengenal Lokasi dan Akses Transportasi Menuju Rinjani

Gunung Rinjani merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik yang terletak secara geografis di bagian utara Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Secara administratif, gunung ini dikelilingi oleh Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Untuk mencapai lokasi ini, ada beberapa opsi transportasi yang bisa Anda pilih tergantung dari titik keberangkatan.

Bagi pendaki yang datang dari luar pulau, cara tercepat adalah dengan terbang langsung menuju Bandara Internasional Lombok. Setelah tiba di bandara, Anda dapat melanjutkan perjalanan darat menuju desa Sembalun yang memakan waktu sekitar dua jam. Tersedia layanan taksi bandara atau mobil sewaan. Jika Anda telah memesan paket wisata melalui agen perjalanan, biasanya fasilitas jemputan sudah termasuk dalam biaya yang Anda bayarkan.

Sementara itu, bagi wisatawan yang sedang berada di Bali, tersedia pilihan menggunakan pesawat udara, kapal feri umum, atau layanan kapal cepat (fast boat). Penggunaan kapal cepat dari pelabuhan Amed di Bali menuju Bangsal di Lombok sangat direkomendasikan bagi mereka yang menghargai waktu, karena hanya memerlukan waktu sekitar 90 menit perjalanan dibandingkan menggunakan feri yang bisa memakan waktu hingga enam jam.

Memilih Waktu Pendakian yang Tepat

Keamanan adalah prioritas utama dalam pendakian. Oleh karena itu, waktu terbaik untuk mengunjungi Rinjani adalah pada musim kemarau, yakni antara bulan April hingga Oktober. Selama musim penghujan, pengelola Taman Nasional biasanya menutup jalur pendakian secara total karena risiko tanah longsor dan jalur yang sangat licin yang dapat membahayakan nyawa pendaki.

Ada beberapa periode yang sebaiknya dihindari jika Anda tidak menyukai keramaian, yaitu pada bulan Juli dan Agustus serta periode festival setelah hari raya Idul Fitri. Pada waktu-waktu tersebut, jumlah pengunjung lokal akan meningkat tajam. Penting untuk diketahui bahwa pemerintah menerapkan sistem kuota harian sebanyak 400 orang, dengan pembagian 290 slot untuk turis mancanegara dan sisanya untuk warga domestik. Mengingat slot ini sangat cepat habis, Anda sangat disarankan untuk melakukan reservasi jauh-jauh hari melalui aplikasi resmi atau agen terpercaya.

 BACA JUGA : Travelling Menghirup Udara Pegunungan ke Wisata Guci Tegal Paling Menenangkan, Simak Ulasan Selengkapnya

BACA JUGA : Destinasi Pendakian Gunung Berapi Terpopuler di Indonesia, Cek Ulasan Selengkapnya Berikut

Daftar Perlengkapan Esensial

Tas gunung (carrier) ukuran 30-40 liter.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: