Bangkit Bersama KUR BRI, Gerobak Bakso Jadi Lentera Harapan Yudi
Yudi (58) menyiapkan kuah bakso di gerobak miliknya, simbol keteguhan dan harapan baru setelah bangkit dari kebangkrutan berkat KUR BRI.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Matahari sore merunduk di balik pucuk-pucuk pohon, menebar semburat jingga yang menari di aspal Jalan Mrican.
Di tengah riuh deru kendaraan, Yudi (58) mendorong gerobak bakso tuanya sejauh dua kilometer dari Janti menuju Mrican, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Setiap roda berdecit pelan, berpadu dengan aroma kaldu sapi yang mengepul dari panci besarnya, membentuk simfoni sederhana antara kerja keras dan harapan. Seporsi bakso seharga Rp10 ribu bukan sekadar santapan hangat.
Baginya, setiap mangkuk adalah saksi hidup, saksi bagaimana sebuah bantuan kecil dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalakan kembali api semangat seorang mantan pengusaha yang pernah jatuh bangkrut.
“Saya dulu sempat punya kantor tiga lantai. Tapi semuanya habis. Saya benar-benar jatuh. Dari punya karyawan, sampai akhirnya cuma bisa makan dan tidur saja,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).
BACA JUGA : KPK Gelar Hari Anti Korupsi Sedunia 2025 di Yogyakarta, Libatkan Masyarakat dan UMKM
BACA JUGA : 77 Persen UMKM di Indonesia Belum Miliki Legalitas, Kemenkop Dorong Transformasi Usaha Mikro
Tatapannya menerawang, seakan masih melihat bayangan gedung yang dulu berdiri gagah atas kerja kerasnya, kini tinggal kenangan.
Kisahnya bukan sekadar kehilangan, ini tentang kebangkitan yang perlahan, seperti fajar yang menembus kabut pagi.
Ia mengenal BRI sejak 2011, atas dorongan rekan-rekan dari instansi pemerintah yang menjadi langganannya.
“Dulu saya banyak kerja sama dengan instansi kesehatan dan pegawai negeri. Mereka semua pakai BRI, jadi saya disarankan buka rekening di situ biar transaksi lebih mudah,” katanya, sambil mengaduk kuah panas yang mengepul, aroma bawang goreng dan seledri menguar hangat di udara sore.
Keputusan itu membuka pintu baru dalam hidupnya. Setelah kehancuran, ia menemukan kesempatan melalui program pinjaman tanpa agunan dari BRI. Bantuan itu menjadi lentera di lorong gelap kehidupannya.
“Nilainya memang tidak besar, tapi sangat membantu. Dari situ saya bisa mulai usaha kecil lagi. Kalau bukan karena pinjaman itu, mungkin saya belum bisa bangkit sampai sekarang,” ucapnya, suaranya bergetar di tengah bising kendaraan yang melintas.
BACA JUGA : Pemkab Sleman Dorong UMKM Lokal Masuk Pasar Modern dan Naik Kelas
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: