Pasar Godean Diproteksi, Disperindag Sleman Pastikan Hanya 289 Pedagang Pelasaran Aktif
Sekretaris Disperindag Sleman, Aris Herbandang, menyampaikan hasil verifikasi pedagang pelasaran Pasar Godean yang resmi berjumlah 289 orang.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk memberikan proteksi bagi pedagang pelasaran di Pasar Godean.
Berdasarkan hasil verifikasi terakhir, jumlah pedagang pelasaran yang benar-benar berjualan hanya 289 orang.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, mengatakan angka tersebut muncul setelah pendataan menyeluruh. Dari lebih 400 pedagang pelasaran yang terdaftar, tidak semuanya aktif berjualan.
“Setelah dicek terakhir, dari lebih 400 yang terdata, hanya 289 yang benar-benar berjualan. Data ini sudah melalui verifikasi dan indikator pendataan,” katanya saat ditemui di Sleman, Jumat (20/9/2025).
Dengan tambahan pedagang pelasaran yang aktif, total jumlah pedagang di Pasar Godean saat ini mencapai 1.699 orang.
Sebelumnya, sejak awal pembangunan pada 2018, jumlah pedagang los dan kios sudah ditetapkan sebanyak 1.837 orang.
BACA JUGA : Pasar Godean Bersolek: Pedagang Sepakat Penataan, Pemindahan Segera Dilaksanakan
BACA JUGA : Pasar Godean Segera Beroperasi, Gedung Parkir Elektronik Rampung Awal Oktober
Ia menjelaskan, perbedaan utama pedagang los dan pelasaran terletak pada sifat aktivitas mereka.
“Kalau pedagang los itu menetap, sedangkan pedagang pelasaran datang dan pergi. Maka datanya lebih fluktuatif,” ucapnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, menyiapkan langkah proteksi khusus agar keberadaan pedagang pelasaran tetap terakomodasi tanpa mengganggu pedagang los maupun kios.
“Sejak pembangunan awal, lokasi untuk los, kios, dan pelasaran sudah disiapkan. Jadi mekanisme proteksi ini bukan sesuatu yang tiba-tiba, melainkan sudah direncanakan sejak awal,” tuturnya.
Pengundian Lapak Rampung
Ia menjelaskan, pendataan terakhir sempat mencatat 1.609 pedagang. Namun, setelah dilakukan verifikasi, ditemukan adanya data ganda.
“Dari hasil pengecekan, ada pedagang yang terdaftar dua sampai tiga kali. Jadi yang benar-benar aktif berjualan hanya 289 orang,” ujarnya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: