Pecut dan Pedang dalam Jathilan Kudho Tamtomo: Simbol Perjuangan, Warisan Leluhur

Pecut dan Pedang dalam Jathilan Kudho Tamtomo: Simbol Perjuangan, Warisan Leluhur

Seorang penari Jathilan Kudho Tamtomo memainkan pecut dalam atraksi kuda lumping. Cambuk tradisional ini menjadi simbol perjuangan dan warisan leluhur.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Bagi sebagian orang, cambuk hanya dianggap sebagai properti pertunjukan kuda lumping. 

Namun, bagi kelompok Jathilan Kudho Tamtomo binaan Polda DIY, pecut dan senjata tradisional lain memiliki filosofi mendalam: simbol perjuangan masa lalu sekaligus warisan leluhur yang harus dijaga.

Pecut adalah alat berupa cambuk yang lentur, digunakan untuk mengendalikan hewan seperti kerbau, sapi, dan kuda agar patuh atau mengikuti perintah. 

Pelatih kuda lumping sekaligus anggota Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda DIY, Aipda Nurdianto, mengatakan bahwa kesenian menjadi medium yang lebih luas untuk menyampaikan nilai budaya. 

BACA JUGA : Rismon Sianipar Laporkan Jokowi ke Polda DIY Terkait Dugaan Penyebaran Berita Bohong

BACA JUGA : Viral Pelat AB 23 di Pekanbaru Bantu Ambulance, Polda DIY Pastikan Pelat Palsu

“Jadi lebih luas kalau lewat seni,” ujarnya, Minggu (24/8/2025).

Ia menuturkan, alat utama dalam jathilan seperti pecut atau cambuk sarat makna historis. 

“Oh, itu cuma pecut saja. Filosofinya, zaman dulu senjata belum ada, jadi yang dipakai itu cambuk atau pedang sederhana. Jadi simbol perjuangan juga,” katanya.

Lebih jauh, Ia menjelaskan bahwa setiap properti yang digunakan dalam atraksi kuda lumping selalu terkait dengan sejarah masa lampau. 

“Iya ada hubungannya sama masa lalu. Intinya untuk melestarikan peninggalan nenek moyang,” tuturnya.

Selain pecut, kelompok Kudho Tamtomo juga menggunakan alat tradisional lain sesuai kebutuhan babak pertunjukan. 

“Sebenarnya ada juga alat lain. Kalau dua atau tiga babak, biasanya ada pedang atau tombak,” ucapnya.

Atraksi Jathilan Kudho Tamtomo tidak hanya menampilkan hiburan, melainkan juga menyampaikan pesan budaya tentang keberanian dan daya juang. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: