Tren Perming Rambut Kembali Heboh! Yuk Cek Perawatannya dan Efek Sampingnya
Hair Perm itu perlu gak sih-pinterest.com-
diswayjogja.com – Perming rambut kembali mencuri perhatian, teknik yang sempat berjaya di era 1980-an ini kini menemukan kembali popularitasnya, berkat pengaruh influencer, film, hingga drama Korea yang menampilkan gaya rambut keriting atau bergelombang alami.
Proses ini memungkinkan seseorang untuk memiliki rambut keriting atau bergelombang yang bertahan lebih lama dibandingkan sekadar menggunakan alat styling biasa. Bagi individu dengan rambut lurus dan tipis yang merasa kurang bervolume, perming bisa menjadi solusi menarik untuk menciptakan ilusi rambut yang lebih tebal dan berisi.
Pemahaman yang mendalam mengenai apa itu perming, bagaimana cara kerjanya, serta potensi efek samping yang mungkin timbul menjadi sangat penting sebelum memutuskan untuk menjajal teknik ini. Kesadaran akan perawatan pasca-perming juga krusial untuk menjaga kesehatan dan keindahan rambut.
Apa Itu Perming Rambut dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Perming rambut adalah sebuah perawatan styling yang dikenal juga dengan istilah perm atau permanent waves. Teknik ini digunakan untuk mengubah struktur rambut secara kimiawi, agar rambut menjadi keriting atau bergelombang. Meskipun umumnya diasosiasikan dengan pengeritingan, perlu dipahami bahwa perm juga bisa digunakan untuk meluruskan rambut, dengan metode dan bahan kimia yang serupa, hanya berbeda pada alat yang digunakan.
BACA JUGA : Ciptakan Tampilan Smart Casual Berkelas, Inilah 4 Pilihan Kemeja Polo Pria yang Nyaman Dipakai
BACA JUGA : 3 Pilihan Warna Dasi Terbaik untuk Paduan Outfit Kemeja Hitam, Simak Daftar Lengkapnya Disini
Jika biasanya mengeriting rambut hanya mengandalkan alat seperti curling iron atau rol rambut yang hasilnya sementara, perming memiliki metode yang berbeda agar hasilnya bisa lebih permanen. Bersamaan dengan itu, digunakan pula peralatan khusus untuk mengeriting rambut (seperti rol atau batang perm) dengan ukuran gelombang yang bisa disesuaikan dengan keinginan klien, mulai dari ikal longgar hingga keriting rapat.
Cairan ini bekerja dengan memengaruhi keratin (protein utama penyusun rambut). Proses kimia ini akan memecah ikatan sulfur dalam keratin, memungkinkan rambut untuk dibentuk ulang sesuai cetakan rol. Setelah bentuk yang diinginkan tercapai, cairan penetral diaplikasikan untuk mengunci ikatan protein baru, sehingga rambut mempertahankan bentuk keriting atau gelombangnya.
Dengan demikian, rambut hasil perm bisa tahan lebih lama ketimbang hanya mengandalkan alat styling biasa.
Cara Merawat Rambut yang Di-Perming
Rutin Potong Rambut: Pertumbuhan rambut baru akan membuat hasil perm memudar, karena bagian rambut yang tidak di-perm akan tumbuh lurus, sehingga bentuk ikalnya menjadi kurang nyata atau tidak rata. Lakukan pemotongan rambut secara rutin setiap 3-4 bulan sekali untuk menjaga bentuk dan keindahan ikal rambut Anda.
Jangan Terlalu Sering Keramas: Terlalu sering keramas akan menghilangkan minyak alami yang berfungsi melembapkan dan menyehatkan rambut. Rambut yang terlalu kering tentunya juga bisa memengaruhi penampilan rambut yang selesai di-perm, membuatnya mudah kusut atau ikalnya tidak terbentuk sempurna. Setelah selesai perming, rambut juga sebaiknya tidak langsung dicuci; disarankan menunggu setidaknya 72 jam setelah perming agar ikatan kimia benar-benar set.
Perawatan Protein Rambut: Bahan kimia yang digunakan dalam teknik perming bekerja dengan memecah ikatan protein rambut agar lebih mudah membentuknya. Saat ini ada banyak produk protein treatment untuk rambut yang bisa Anda coba, atau Anda bisa membuat masker protein sendiri dari bahan-bahan alami, misalnya menggunakan campuran telur dan yoghurt atau kombinasi alpukat dan santan.
BACA JUGA : Simak Paduan Gaya Outfit Cowok Dengan Koko Modern, Agar Tampil Modis Elegan Tapi Tetap Agamis
BACA JUGA : Stylish dan Elegan di Berbagai Suasana dengan Outfit Warna Cokelat Mahogany, Intip Inspirasinya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: