Angkat UMKM jadi Lebih Tinggi, Inilah Kampung Cyber Jogja yang Berhasil Manfaatkan Teknologi Digital
Kampung Cyber Yogyakarta jadi pionir pengembangan UMKM-Foto by masterplandesa-
Sebagai pelaku UMKM di bidang kuliner dan tas bermotif lukis, ia merasakan peluang besar untuk berkembang di Kota Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota penuh kreativitas.
“Pelatihan di Yogyakarta sebenarnya sangat banyak jika kita mau, jadi kesempatan itu lebih besar. Insya Allah, kalau untuk membuat produk, kami sudah bisa. Tapi tantangan utamanya adalah memasarkan, terutama untuk produk basah yang memiliki waktu terbatas,” ungkap Sherli.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar pelatihan saat ini berfokus pada pembuatan produk makanan kering, yang memang lebih mudah dipasarkan dan dikirim ke luar daerah. Namun, ia berharap adanya pelatihan khusus untuk pemasaran makanan basah.
“Produk basah itu lebih sulit dipasarkan karena keterbatasan waktu. Bagaimana memasarkannya secara digital sehingga dapat menjangkau lebih luas,” katanya.
Generasi Muda dalam Pengembangan UMKM
Selain itu, Sherli berkeinginan untuk melibatkan generasi muda dalam pengembangan UMKM di Kampung Cyber.
Menurutnya, kolaborasi antara generasi tua dan muda dapat menjadi solusi untuk memperluas jangkauan pemasaran.
“Kami yang tua bisa fokus memproduksi, sementara generasi muda membantu memasarkan. Dengan cara ini, jangkauannya bisa lebih luas. Harapannya, pelatihan-pelatihan juga untuk generasi di bawah kami agar keterampilan ini bisa diturunkan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Meutya Hafid mengapresiasi inisiatif warga Kampung Cyber ??yang telah memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan perekonomian.
Menurutnya, pemerintah hanya bersifat supporting yang tidak lebih hebat dari apa yang telah dilakukan oleh masyarakat di Kampung Cyber.
“Ini adalah inisiatif luar biasa dari masyarakat Kampung Cyber. Kami berkomitmen mendukung literasi digital agar semakin berkembang, serta mendorong pelatihan UMKM go digital melalui pelatihan-pelatihan,” ujarnya.
Dukungan Teknologi dalam Pelestarian Budaya
Pihaknya juga menyoroti bahwa Kampung Cyber telah membuktikan bahwa teknologi dapat digunakan untuk mendukung pelestarian budaya.
BACA JUGA : Berikan Pemahaman Generasi Muda Tentang TPPO, Kantor Imigrasi Yogyakarta Gelar Talkshow
BACA JUGA : 55 Pengidap AIDS Berstatus Lelaki Suka Lelaki Mendominasi 142 Orang Dengan HIV/ AIDS di Kabupaten Brebes
Produk-produk UMKM di kampung ini tidak hanya dijual secara tradisional tetapi juga mulai dipasarkan secara digital, memberikan peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: warta.jogjakota.go.id