Harga Mahal, Toko Emas dan Pegadaian Kebanjiran Orang Jual Perhiasan

Harga Mahal, Toko Emas dan Pegadaian Kebanjiran Orang Jual Perhiasan

MENJUAL - Warga di Kabupaten Brebes ramai-ramai menjual perhiasan emasnya saat harga emas murni naik tajam. -EKO FIDIYANTO/ RADAR BREBES -

BREBES, DISWAYJOGJA - Harga logam mulia kembali mengalami kenaikkan hingga menyentuh Rp 1,3 juta per gram. Dampak kenaikkan ini, para pemilik perhiasan pun banyak yang sengaja menjual atau menggadaikan.

Imbas kenaikkan harga logam mulia ternyata menjadikan deretan toko emas di komplek Pasar Induk Brebes. Warga silih berganti keluar masuk di tiap toko emas.

Kedatangan mereka ke toko emas ini pun beragam, mulai dari membeli hingga menjual perhiasan. Bagi pembeli, biasanya akan dipakai unthk syarat seserahan atau keperluan lainnya.

BACA JUGA:Ditebus untuk Lebaran, Warga Brebes Kembali Gadaikan Perhiasan Emas

Wisri, 45, salah satu warga Desa Grinting Kecamatan Bulakamba mengaku sengaja membeli emas untuk keperluan tunangan anaknya. Kali ini dia memborong emas perhiasan seberat 11 gram dengan harga sekitar Rp 500 ribu tiap gramnya.

”Sekarang harganya mahal, sampai Rp 500 ribu per gram. Dulu harganya Rp 300 ribuan," ungkapnya, Senin 8 Juli 2024.

Hal sama juga dilakukan Ratih, warga Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari. Bersama anaknya, dia membeli perhiasan cincin dan anting. Dia mengaku, harga perhiasan yang ia beli saat ini sudah mencapai Rp 500 ribuan lebih, dan mengalami kenaikan yang sebelumnya Rp 300 ribu per gram.

"Dulu waktu saya beli itu masih Rp 300 ribuan untuk satu gram. Sekarang sudah Rp 500 ribu lebih," katanya.

Meski tetap ada pembeli perhiasan emas, Amanah, seorang pemilik toko emas mengaku, jumlah pembeli cenderung turun seiring dengan naiknya harga logam mulia. Pada umumnya, mereka yang datang adalah pemilik perhiasan yang akan menjual. Wanita pemilik toko ini mengungkap, sejak terjadi kenaikkan harga emas murni, tokonya cenderung mengalami minus penghasilan. Hal ini karena jumlah pembeli lebih sedikit dibanding penjual.

"Seringnya jual jadi tidak tahu, malah minus terus. Sekali kali ada orang beli, tapi seringnya jual. Tidak sesuai banget, tapi tetap ada. Kemarin-kemarin banyak, sekarang kalau 10 gram saha uangnya banyak. Kalau ada yang beli anting paling setengah gram. Kalau dulu orang beli 20, 25 gram, sering pesan, tapi sekarang tidak ada," tandasnya.

Sementara itu, di Kantor Pegadaian Brebes terjadi peningkatan penjualan emas batangan sejak harganya naik. Mulyadi, Kepala Biro Gadai Kantor Cabang Pembantu Pegadaian Brebes mengungkap, dalam sehari rata rara kedatangan 100 orang yang akan menjual emasnya.

Meningkatnya jumlah penjual, ia menyarankan agar pemilik emas tidak serta merta menjualnya. Mereka bisa mendapatkan uang dengan cara digadai hingga 90 persen dari nilai jual logam mulia. Kenaikkan harga ini membuat para pemilik toko emas atau Pegadaian menyiapkan dana segar untuk melayani para penjual atau yang akan gadai.

BACA JUGA:Kelebihan KUR Pegadaian Syariah 2024, Berikut Simulasi Pinjamannya

"Satu bulan kemarin banyak orang ambil terus jual, Sekarang sudah mulai masuk lagi di bulan Juli ini. Memang pengaruh emas luar biasa dampaknya, apalagi sekarang tinggi, Rp 1,3 juta. Memang masyarakat penginnya jual, kita aktif sadarkan mereka, jangan jual tapi bisa digadai. Rata-rata orang yang jual emas itu per hari ada 100 orng," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: