Layanan Paspor Keliling Imigrasi Pemalang Bikin Warga Kota Tegal Makin Pangling

Layanan Paspor Keliling Imigrasi Pemalang Bikin Warga Kota Tegal Makin Pangling

LAYANAN PANGLING – Petugas Layanan Pangling melayani warga pemohon pembuatan paspor yang datang ke MPP Alaya Sewagati Kota Tegal, Selasa, 7 Mei.-K. ANAM SYAHMADANI/RADAR TEGAL -

TEGAL, DISWAYJOGJA - Layanan Paspor Keliling Imigrasi Pemalang (Pangling) yang bertempat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Alaya Sewagati Kota Tegal benar-benar membuat warga Kota Tegal semakin pangling. Bagaimana tidak, jika sebelumnya harus ke Pemalang atau Brebes, warga Kota Tegal tidak perlu jauh-jauh keluar daerah lagi dalam membuat paspor.

Warga cukup datang ke Layanan Pangling yang diadakan dua kali pada Selasa, 30 April dan Selasa, 7 Mei di MPP Alaya Sewagati Kota Tegal. Layanan Pangling merupakan kerja sama Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang dengan MPP Alaya Sewagati yang dikoordinatori Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal.

BACA JUGA:Nana Sudjana Dorong Bank Jateng Genjot Penyaluran Kredit Perumahan Subsidi

Layanan Pangling ini merupakan rintisan dari salah satu layanan Kantor Imigrasi di Kota Tegal. Apabila melihat antusiasme warga terhadap layanan paspor ini, selanjutnya diharapkan ada sinergi yang lebih kuat antara Kantor Imigrasi dengan Pemerintah Kota Tegal,” kata Kepala DPMTSP Kota Tegal Sartono Eko Saputro.

Sejak dimulai pukul sembilan pagi, Layanan Pangling di MPP Alaya Sewagati langsung diserbu warga yang sebelumnya mendaftar secara daring melalui tautan form yang disediakan oleh DPMPTSP Kota Tegal. Di lokasi, para pemohon tinggal membawa berkas kelengkapan untuk diperiksa petugas dan selanjutnya mengikuti pemotretan.

Dinas mencatat ada 40 pemohon di hari pertama Layanan Pangling dan 41 pemohon di hari kedua. Warga yang datang langsung ke lokasi meski belum mendaftar juga berharap dilayani.

“Alhamdulillah, antusiasme warga tinggi,” ujar Sekretaris DPMPTSP Kota Tegal Moh Abdul Hakim didampingi Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Wuriyanto di MPP Alaya Sewagati.

Hakim menyampaikan, DPMPTSP Kota Tegal telah menugaskan dua orang staf untuk magang di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang UKK Brebes selama tiga hari. Sehingga ke depan diharapkan dapat memberikan pelayanan pendaftaran pembuatan paspor di luar Layanan Pangling yang tidak dilaksanakan setiap hari di di MPP Alaya Sewagati.

Diadakanya Layanan Pangling di MPP Alaya Sewagati disambut baik oleh warga. Salah satunya, Kadarisman, yang tidak lain merupakan ketua PGRI Kota Tegal. Menurutnya, Layanan Pangling merupakan program terobosan luar biasa yang dilakukan MPP Alaya Sewagati bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang.

Layanan Pangling ini dinilai sangat membantu dalam mengurus pembuatan paspor untuk warga Kota Tegal khususnya, dan warga sekitar pada umumnya. Dalam proses pembuatan juga sangat tertib, terbuka, dan petugasnya ramah. “Sehingga para pembuat merasa senang dan nyaman,” ungkap Kadarisman yang kebetulan mendapat antrean pertama.

BACA JUGA:Tasyakuran Hari Bhakti Imigrasi, Kakanwil DIY Minta Pegang Teguh Prinsip dan Tata Nilai

Selain itu, prosedur pembuatan juga berurutan, mulai dari pengambilan nomor antrean, pengisian formulir, pengecekan administrasi, pemotretan, pembayaran melalui mobile banking dan pemberitahuan jadinya paspor.

“Salut dan terima kasih untuk MPP Alaya Sewagati dan Kantor Imigrasi Pemalang dan Brebes yang telah membantu memberikan kemudahan untuk mengurus paspor,” ucap Kadarisman.

Manfaat adanya Layanan Pangling di MPP Alaya Sewagati juga sangat dirasakan Sri Rahayu yang akan menjalani Kuliah Kerja Lapangan ke luar negeri Juni dan Juli nanti. Ditemui saat menunggu antrean pemotretan, mahasiswa Program Magister Pendidikan Dasar Universitas Negeri Semarang tersebut mengaku sangat terbantu Layanan Pangling.

“Layanan Pangling ini membantu sekali. Jadi hemat waktu, tenaga, dan biaya,” ucap guru SD Negeri Pesurungan Kidul 1 ini.

Sebagai informasi, MPP Alaya Sewagati resmi diluncurkan 12 Februari 2024 lalu. Alaya Sewagati sendiri merupakan bahasa Sanskerta yang bermakna Rumah Pengabdian. MPP Alaya Sewagati menyelenggarakan 127 layanan publik dari 39 instansi maupun lembaga, dengan jam operasional Senin sampai Kamis mulai pukul 08.00 sampai 16.00, Jumat mulai pukul 08.00 sampai 11.00.

Kehadirian MPP Alaya Sewagati merupakan wujud transformasi birokrasi pelayanan publik berbasis teknologi. Tujuan akhir dari pembangunan MPP adalah kesejahteraan warga yang meningkat dan diharapkan mendukung kegiatan pemerintah agar dapat terlaksana dengan lebih efisien dan lebih transparan dari sebelumnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: