Ini 8 Penyebab Nyeri Haid, dan Cara Mengatasinya!

Ini 8 Penyebab Nyeri Haid, dan Cara Mengatasinya!

--

DISWAY JOGJA - Nyeri haid atau dismenore umum dialami setiap wanita selama menstruasi. Penyebab nyeri haid bermacam-macam. Namun, Anda perlu waspada bila nyeri haid yang muncul tak tertahankan dan tak kunjung hilang, karena bisa jadi ini menandakan adanya penyakit atau gangguan tertentu.

Nyeri haid umumnya dialami wanita pada awal masa menstruasi. Rasa sakit di perut bagian bawah ini tidak begitu menyiksa pada sebagian wanita, sehingga mereka tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

Namun, beberapa wanita mungkin merasakan nyeri haid yang tidak tertahankan hingga tidak mampu melakukan apa pun. Dilansir dari Alodokter.com, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami nyeri haid yang lebih parah, di antaranya:

                Berusia di bawah 30 tahun

                Riwayat menstruasi pertama kali saat berusia 11 tahun atau lebih awal

                Menorrhagia

                Perdarahan berlebihan selama menstruasi (metrorrhagia)

                Riwayat keluhan nyeri haid parah di keluarga

                Berat badan berlebih atau kurang

                Kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol

Nyeri haid atau dismenore dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah kontraksi rahim yang menyebabkan aliran darah dan oksigen terhenti sejenak ke bagian-bagian tertentu dari otot rahim. Berikut adalah beberapa faktor yang berkontribusi pada nyeri haid:

1. Kontraksi rahim

Saat periode menstruasi, rahim berkontraksi untuk membantu mengeluarkan lapisan dalam rahim (endometrium) yang tidak dibutuhkan karena tidak ada pembuahan telur. Kontraksi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

2. Prostaglandin

Prostaglandin adalah senyawa yang dihasilkan oleh rahim dan berperan dalam merangsang kontraksi rahim. Jumlah prostaglandin yang tinggi dapat menyebabkan kontraksi lebih kuat dan menyebabkan nyeri haid yang lebih parah.

3. Gangguan hormonal

Fluktuasi hormon, seperti estrogen dan progesteron, dapat mempengaruhi ketebalan lapisan rahim dan merangsang pelepasan prostaglandin. Ini dapat menyebabkan kontraksi lebih kuat dan nyeri haid.

4. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, misalnya di ovarium, tuba falopi, atau organ panggul lainnya. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan, pembentukan jaringan parut, dan nyeri haid yang parah.

5. Adenomyosis

Adenomyosis adalah kondisi di mana jaringan endometrium tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang lebih intens selama menstruasi.

6. Intrauterine Device (IUD)

Beberapa wanita mungkin mengalami nyeri haid setelah pemasangan IUD, terutama jika IUD mengandung hormon atau ukurannya besar. Ini bisa menjadi respons alami tubuh terhadap benda asing yang masuk ke dalam rahim.

7. Polip rahim

Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal di rahim. Polip ini dapat menyebabkan perdarahan dan nyeri haid.

8. Ketegangan otot panggul

Ketegangan atau kekakuan otot panggul juga dapat berkontribusi pada nyeri haid.

Cara Mengatasi Nyeri Haid

Berikut adalah beberapa cara mengatasi nyeri haid yang dapat membantu meredakan ketidaknyamanan selama periode menstruasi:

1. Obat pereda nyeri: Gunakan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen, parasetamol, atau naproxen. Pastikan untuk mengikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan atau sesuai dengan saran dokter.

2. Pemanasan: Tempatkan bantal pemanas atau botol air hangat di area perut bagian bawah. Panas dapat membantu mengurangi ketegangan dan meredakan rasa sakit.

3. Peregangan dan olahraga ringan: Lakukan peregangan ringan atau olahraga ringan seperti berjalan kaki atau yoga. Aktivitas fisik ini dapat membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan aliran darah.

4. Istirahat yang cukup: Pastikan Anda cukup tidur dan beristirahat saat menstruasi. Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh dalam mengatasi stres dan nyeri.

5. Konsumsi makanan sehat: Perhatikan pola makan Anda dan usahakan untuk mengonsumsi makanan sehat, kaya akan serat, dan rendah lemak jenuh. Hindari makanan olahan dan berlemak tinggi yang dapat meningkatkan peradangan dan memperburuk nyeri haid.

6. Perhatikan asupan cairan: Pastikan Anda terhidrasi dengan baik selama menstruasi. Minum cukup air dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman.

7. Mandi air hangat: Mandi air hangat atau berendam dalam bak air hangat dapat membantu meredakan ketegangan otot dan nyeri.

8. Akupuntur: Beberapa wanita melaporkan manfaat dari terapi akupuntur dalam mengurangi nyeri haid. Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli akupuntur sebelum mencoba terapi ini.

9. Hindari stres: Stres dapat memperburuk nyeri haid. Usahakan untuk mengurangi stres dengan melakukan kegiatan yang membuat Anda rileks, seperti meditasi atau pernapasan dalam.

Selain itu, kamu juga bisa menerapkan posisi tidur yang tepat, supaya nyeri haid bisa mereda. Nyeri haid yang muncul sesekali bukanlah hal yang berbahaya. Namun, Anda perlu waspada jika nyeri haid terasa sangat parah dan muncul setiap kali datang bulan.

Jika nyeri haid Anda sangat parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter Anda. Dokter dapat mengevaluasi kondisi Anda dan memberikan perawatan atau obat yang lebih tepat sesuai kebutuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: