Buntut Wacana Penundaan Pemilu, Cak Imin Habis Dikritik Masyarakat

Buntut Wacana Penundaan Pemilu, Cak Imin Habis Dikritik Masyarakat

JAKARTA (Disway Jogja) – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin habis dikritik berbagai lapisan masyarakat di media sosial sebagai buntut wacana penundaan Pemilu 2024 yang dilontarkannya.

Analis politik Jamiluddin Ritonga berpendapat kritik yang diterima Cak Imin dinilai wajar karena telah menyuarakan aspirasi oligarki bukan dari rakyat.

"Cak Imin di-bully kiranya wajar karena ia berwacana yang sesuai dengan kehendak elite dan oligarki. Ia berupaya memaksakan kehendak para elite dan oligarki agar diterima rakyat,” kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/5).

Menurutnya, rakyat melakukan perlawanan karena Cak Imin mewacanakan penundaan Pemilu 2024 yang bertentangan dengan kehendak rakyat. Perlawanan rakyat itu wajar karena Cak Imin sudah mengingkari perannya sebagai ketua umum partai.

"Sebagai ketua umum partai, seharusnya Cak Imin menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan malah menjilat dengan menyalurkan kehendak elite dan oligarki agar diikuti rakyat. Di sini Cak Imin sudah tidak menjalankan fungsinya sebagai ketua umum partai,” ujarnya.

Akibat dari hal tersebut, Jamiluddin menilai popularitas Cak Imin akan meningkat. Namun peningkatan popularitas itu dalam konotasi negatif yang merugikan Cak Imin dan partainya.

"Dampak lebih jauh, elektabilitas Cak Imin akan semakin terjun payung. Padahal, selama ini elektabilitasnya memang rendah,” katanya.

Dengan demikian, Jamiluddin berpandangan tentu akan menyulitkan dia untuk maju menjadi capres. Sebab, partai lain akan sulit mengusung sosok yang elektabilitasnya sangat rendah.

"Ironisnya, kesalahan fatal Cak Imin berimbas pada partai yang dipimpinnya. Hasil survei terakhir, elektabilitas partai yang mewacanakan penundaan pemilu semuanya turun,” katanya.

"Jadi, PKB sudah merasakan dampak dari disfungsionalnya Cak Imin sebagai ketua umum. Dampak tersebut diperkirakan akan makin besar karena Cak Imin yang paling menggebu-gebu mewacanakan penundaan pemilu,” demikian Jamiluddin. (rmol)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: