Menjelajahi Ragam Ikonik Makanan Khas Terbaik dari Purwokerto
Getuk Goreng Sokaraja--
diswayjogja.id – Purwokerto, sebuah kota yang terletak di jantung Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama bagi mereka yang mendambakan ketenangan. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban yang serba cepat, kota ini menawarkan kemewahan berupa ritme hidup yang santai atau yang populer dengan istilah slow living. Suasana kaki Gunung Slamet yang asri, keramahan penduduk lokal yang tulus, serta udara yang relatif lebih segar dibanding kota besar lainnya, menjadikan Purwokerto sebagai tempat yang ideal untuk melepaskan penat atau sekadar mendinginkan kepala dari rutinitas yang melelahkan.
Namun, daya tarik Purwokerto tidak berhenti pada aspek visual dan ketenangan lingkungannya saja. Kota ini memiliki identitas yang kuat dalam bidang kuliner yang mampu memanjakan lidah para pelancong. Setiap sudut jalan seolah menawarkan cerita melalui aroma masakan yang khas, mulai dari kudapan tradisional yang manis hingga makanan berat yang gurih. Kekayaan rempah dan teknik pengolahan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun menciptakan profil rasa yang unik dan sulit ditemukan di daerah lain. Hal inilah yang membuat pengalaman berkunjung ke Purwokerto terasa kurang lengkap tanpa mengeksplorasi kekayaan kulinernya.
Bagi wisatawan, membawa pulang buah tangan adalah sebuah ritual wajib sebagai bentuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat di rumah. Untungnya, Purwokerto memiliki beragam jenis oleh-oleh yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki daya tahan yang baik untuk perjalanan jauh. Banyak dari penganan ini dikemas dengan cara tradisional yang ramah lingkungan, seperti penggunaan besek bambu atau kertas, yang menambah nilai estetika dan keaslian produknya. Memilih oleh-oleh di sini adalah sebuah petualangan tersendiri, di mana kita bisa berinteraksi langsung dengan para pengrajin makanan yang sangat bangga dengan produk buatan mereka.
Memasukkan Purwokerto ke dalam daftar destinasi wisata masa depan Anda adalah pilihan yang cerdas bagi setiap pecinta petualangan rasa. Kota ini membuktikan bahwa kesederhanaan hidup bisa bersandingan dengan kekayaan rasa yang istimewa. Untuk membantu Anda menentukan pilihan, berikut adalah ulasan mendalam mengenai sepuluh kuliner khas Purwokerto yang paling direkomendasikan untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Setiap item dalam daftar ini mewakili potongan sejarah dan budaya masyarakat Banyumas yang siap Anda bagikan kepada teman, sahabat, dan keluarga tercinta.
BACA JUGA : Destinasi Belanja Oleh-Oleh Paling Ikonik di Purwokerto, Berikut Informasi Selengkapnya Untukmu
BACA JUGA : Wajib Kamu Coba Daftar Destinasi Kuliner Ikonik dan Bersejarah di Purwokerto
Getuk Goreng Sokaraja
Getuk Goreng Sokaraja diolah melalui proses penggorengan yang mengubah lapisan luarnya menjadi sangat renyah, sementara bagian dalamnya tetap legit. Umumnya tersedia dalam rasa original gula merah dan aroma durian yang kuat. Dikemas dalam besek bambu yang ikonik, kudapan ini sangat mudah dibawa tanpa takut tumpah atau rusak selama di perjalanan.
Nopia dan Mino
Nopia memiliki tampilan yang unik karena bentuknya yang menyerupai telur putih berukuran besar. Kulit luarnya keras namun rapuh, memberikan sensasi gurih saat digigit, yang kemudian disusul oleh isian gula merah yang meleleh di mulut. Selain versi besar, tersedia juga Mino atau Mini Nopia bagi Anda yang menyukai kudapan sekali makan. Meskipun kecil, Mino memiliki intensitas rasa manis yang sama kuatnya dengan nopia biasa, menjadikannya teman setia saat minum teh atau kopi.
Tempe Dage
Purwokerto adalah surganya olahan tempe, dan Tempe Dage adalah salah satu primadonanya. Berbeda dengan tempe biasa yang menggunakan kacang kedelai utuh, dage dibuat dari hasil fermentasi ampas kedelai. Teksturnya lebih padat dan memiliki semburat rasa manis yang khas. Penganan ini sangat fleksibel untuk dinikmati; Anda bisa menemukannya dalam bentuk gorengan tepung, sate dage yang dibakar, hingga diolah menjadi pepes yang harum. Rasa manis dan gurihnya memberikan pengalaman baru bagi para pecinta tempe.
Ciwel
Banyak orang mungkin akan teringat pada cenil saat melihat Ciwel, namun yang membedakan adalah warnanya yang hitam pekat. Warna eksotis ini berasal dari bahan alami, yakni rendaman air merang (jerami padi) yang dibakar. Terbuat dari tepung singkong, ciwel memiliki tekstur yang sangat kenyal. Alih-alih menggunakan gula pasir, ciwel biasanya disajikan dengan parutan kelapa segar dan siraman gula merah cair, menciptakan harmoni rasa gurih dan manis yang seimbang di setiap kunyahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: