Rekomendasi Pusat Oleh-Oleh dan Pasar Legendaris di Solo
Javenir--
diswayjogja.id – Berlibur ke Kota Surakarta atau yang lebih akrab disapa Solo selalu menghadirkan kerinduan tersendiri bagi siapa saja yang pernah mengunjunginya. Sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa yang masih sangat terjaga, Solo menawarkan atmosfer yang tenang namun penuh dengan dinamika tradisi. Tak sekadar menikmati bangunan bersejarah atau menonton pertunjukan wayang orang, perjalanan ke kota ini merupakan sebuah petualangan sensorik yang lengkap. Dari aroma batik yang baru dicanting hingga kepulan asap dari dapur serabi, Solo memiliki cara unik untuk memanjakan para pelancong yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Salah satu tradisi yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke Solo adalah berburu cenderamata. Membawa pulang "buah tangan" bukan hanya sekadar urusan memberikan hadiah kepada kerabat di rumah, melainkan juga upaya membawa kembali potongan kenangan dari kota yang dijuluki The Spirit of Java ini. Keberagaman produk lokal, mulai dari kain batik dengan motif filosofis hingga camilan tradisional yang resepnya telah dipertahankan selama puluhan tahun, menjadikan aktivitas belanja di Solo sebagai salah satu agenda wajib yang sangat menyenangkan.
Bagi wisatawan yang pertama kali berkunjung, banyaknya pilihan tempat belanja mungkin bisa terasa membingungkan. Namun, Solo sebenarnya sangat memanjakan wisatawan dengan berbagai pusat oleh-oleh yang terintegrasi maupun pasar tradisional yang legendaris. Keunggulan utama berbelanja di sini adalah harganya yang relatif terjangkau dengan kualitas yang tetap kompetitif. Baik Anda mencari barang mewah hasil kurasi maupun produk grosir untuk dibagikan ke banyak orang, Solo menyediakan wadah yang tepat bagi setiap kebutuhan dan anggaran yang Anda miliki.
Memahami hal tersebut, perencanaan lokasi belanja yang strategis sangat diperlukan agar waktu liburan Anda tetap efektif. Memilih toko yang menyediakan produk lengkap dalam satu atap atau mengunjungi pasar yang menawarkan sensasi tawar-menawar dapat memberikan pengalaman yang berbeda. Berikut ini adalah ulasan mendalam mengenai berbagai rekomendasi destinasi belanja oleh-oleh di Solo yang telah dikurasi berdasarkan kelengkapan produk, kenyamanan lokasi, serta keramahan harga bagi dompet Anda.
BACA JUGA : Kulineran Asik Ini Daftar Restoran Bernuansa Alam dan Estetik di Solo Raya
BACA JUGA : Menelusuri Jejak Kelezatan Kuliner di Sekitar Gerbang Utama Stasiun Solo Balapan
Javenir
Pusat oleh-oleh ini didesain dengan konsep modern yang mengutamakan kenyamanan pengunjung melalui ruang belanja yang luas dan berpendingin udara. Koleksinya mencakup hampir semua produk khas Solo, mulai dari kain batik berkualitas tinggi, pakaian jadi, tas etnik, hingga berbagai aksesori unik seperti asbak dan mainan tradisional. Di sektor kuliner, Javenir menyediakan rak-rak panjang berisi penganan khas yang dikemas dengan rapi. Menariknya, tempat ini juga dilengkapi dengan restoran, sehingga Anda bisa langsung bersantap setelah lelah memilah belanjaan.
Waktu Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.
Pusat Grosir Solo (PGS)
Bagi para pemburu fashion dengan harga miring, Pusat Grosir Solo (PGS) merupakan destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan. Ukurannya yang lebih luas dibandingkan pasar tradisional membuat PGS menjadi pusat perputaran mode di Solo. Di sini, batik tidak hanya disajikan dalam bentuk kain, tetapi telah bertransformasi menjadi berbagai produk siap pakai dengan gaya yang sangat beragam, mulai dari model klasik hingga gaya modern yang kekinian. PGS melayani pembelian secara eceran maupun dalam jumlah besar (grosir), sehingga sangat cocok bagi Anda yang ingin memborong pakaian untuk keluarga besar atau dijual kembali.
Waktu Operasional: Beroperasi setiap hari dari pukul 09.00 sampai 17.00 WIB.
Serabi Notosuman Ny. Lidia
Belum dianggap sah berkunjung ke Solo jika belum mencicipi atau membawa pulang Serabi Notosuman. Di toko Ny. Lidia yang sangat ternama ini, pengunjung bisa menyaksikan secara langsung proses pembuatan serabi di atas tungku-tungku kecil (konsep open kitchen). Keunikan serabi ini terletak pada pinggirannya yang renyah namun bagian tengahnya sangat lembut dan gurih. Setelah matang, serabi dibungkus dengan daun pisang untuk menjaga aromanya tetap autentik. Selain serabi, gerai ini juga menyediakan berbagai kudapan tradisional lainnya yang tak kalah lezat untuk mendampingi perjalanan pulang Anda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: