Bukan Sekadar Rally, HUT ke-270 Jogja Buka Jalan bagi Pengendara Difabel

Bukan Sekadar Rally, HUT ke-270 Jogja Buka Jalan bagi Pengendara Difabel

Dalam perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, pengendara difabel dengan sepeda motor roda tiga modifikasi mendapat kesempatan ikut ambil bagian dalam 270 YK Otentik Fun Rally, Sabtu (24/10/2026).--FOTO : Istimewa

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Jalanan Kota Yogyakarta bakal menjadi ruang yang lebih inklusif. Dalam perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, pengendara difabel dengan sepeda motor roda tiga modifikasi mendapat kesempatan ikut ambil bagian dalam 270 YK Otentik Fun Rally, Sabtu (24/10/2026). Bukan sekadar mengikuti perlombaan, kehadiran mereka menjadi pesan bahwa kegiatan otomotif dan wisata bisa dinikmati oleh lebih banyak kalangan.

Peserta difabel akan berkompetisi dalam Kelas Difabel kategori Roda Tiga Modified pada leg kedua rally. Kelas khusus ini memberi ruang bagi pengendara dengan kebutuhan mobilitas berbeda untuk menunjukkan kemampuan berkendara menggunakan kendaraan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Keterlibatan tersebut menjadi salah satu pembeda dalam gelaran 270 YK Otentik Fun Rally tahun ini. Penyelenggara menyebut pelibatan komunitas difabel dalam ajang tersebut sebagai inovasi pertama di Yogyakarta.

Ketua Organizing Committee 270 YK Otentik Fun Rally, Stevie S Wibowo atau Stevie SW, mengatakan kegiatan ini tidak semata-mata dirancang sebagai kompetisi otomotif. Panitia ingin menggabungkan olahraga otomotif, pariwisata, dan kegiatan sosial dalam satu rangkaian acara.

BACA JUGA : Ratusan Difabel Membatik Serentak di Yogyakarta, Karyanya Bakal Tampil di YIA

BACA JUGA : Respons Keluhan Regol Ayom Malioboro, Wali Kota Hasto: Portal Akan Diubah, Difabel Tak Boleh Kesulitan

"Konsep kita adalah city rally. Harapan kami peserta dari luar kota dapat lebih mengenal Jogja," ujar Stevie SW saat diwawancarai.

Melalui konsep city rally, peserta akan diajak menyusuri sejumlah kawasan ikonik, bangunan bersejarah, destinasi wisata, hingga lokasi kuliner khas Kota Yogyakarta. Rute tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi peserta sekaligus memperkenalkan potensi wisata kota kepada pengunjung dari luar daerah.

Kehadiran kelas difabel memperluas makna perjalanan tersebut. Jalanan kota bukan hanya menjadi lintasan perlombaan, melainkan juga ruang partisipasi bersama tanpa membatasi kesempatan berdasarkan kondisi fisik seseorang.

Ruang Partisipasi yang Lebih Luas

Selama ini, kegiatan otomotif identik dengan adu kecepatan, ketangkasan navigasi, dan keterampilan mengendalikan kendaraan. Melalui kategori Roda Tiga Modified, penyelenggara berupaya membuka kesempatan bagi pengendara difabel untuk terlibat dalam kegiatan yang dirancang dengan kategori sesuai karakteristik kendaraan mereka.

BACA JUGA : Bangkit dari Kelumpuhan, Diah Warih Wujudkan Mimpi Bedah Rumah Difabel dari Yogyakarta

BACA JUGA : Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi di Brebes, Fasilitasi Difabel Produktif Hadapi Dunia Kerja

Peserta difabel dijadwalkan mengikuti leg kedua dari total perjalanan sekitar 80 kilometer yang terbagi dalam dua trayek. Rute rally akan melintasi sejumlah kawasan wisata dan tujuan kuliner di Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: