Risiko Merapi dan Megathrust Tinggi, Anggaran Bencana DIY Rp18,3 Miliar Dipertanyakan
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer ke arah Kali Sat/Putih pada Sabtu (29/8/2026) pagi. BPPTKG menegaskan status Merapi masih Level III (Siaga) dan meminta warga menjauhi kawasan bahaya.--dok. Induk Frekom 86
Menurut Rahmawati, mitigasi membutuhkan program berkelanjutan, mulai dari simulasi bencana di sekolah dan rumah sakit, pemetaan risiko, peningkatan kemampuan masyarakat, hingga penguatan sistem kesiapsiagaan di tingkat daerah.
BACA JUGA : Titik Api Kembali Terpantau di Lereng Merapi, TNGM: Asap Mulai Mengecil
BACA JUGA : Asap di Gunung Merapi Bikin Heboh, TNGM Jelaskan Sumber Asap dan Kondisi Terkini
Rahmawati menilai berbagai sumber pembiayaan kebencanaan yang tersedia perlu dioptimalkan. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar investasi mitigasi tidak terhenti.
“Kalau bisa, anggaran jangan dikurangi, bahkan kalau perlu ditambah. Mekanisme pendanaan juga harus dibuat lebih mudah diakses dengan pengawasan yang baik,” imbuh Rahmawati.
Dengan tingginya risiko Merapi, gempa, megathrust, serta ancaman hidrometeorologi, penguatan mitigasi dinilai menjadi investasi penting untuk menekan potensi korban jiwa dan kerugian material di DIY.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: