Pembangunan Exit Tol Gamping Segera Dimulai, Warga Terdampak Mulai Bongkar Bangunan Secara Mandiri

Pembangunan Exit Tol Gamping Segera Dimulai, Warga Terdampak Mulai Bongkar Bangunan Secara Mandiri

Pembangunan Exit Tol Gamping Segera Dimulai, Persiapan Lapangan dan Pembongkaran Bangunan Mulai Berjalan--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id – Pembangunan Exit Tol Gamping di Kabupaten Sleman akan segera dimulai. Sejumlah pekerjaan persiapan telah terlihat di lapangan, mulai dari pembangunan kantor pekerja, pembersihan beberapa titik lokasi proyek, hingga penataan area yang akan menjadi bagian dari pelaksanaan konstruksi.

Exit Tol Gamping merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Jogja–Solo dan Jogja–YIA Kulonprogo. Pada ruas ini, jalan tol akan menghubungkan kawasan Junction Sleman hingga Gamping sepanjang sekitar 7,96 kilometer sebelum dilanjutkan menuju Kabupaten Kulonprogo. Gerbang tol direncanakan berada di wilayah Gamping untuk memperkuat akses menuju kawasan barat Yogyakarta sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

Di sisi lain, warga yang terdampak proyek di Padukuhan Depok, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, mulai melakukan pembongkaran bangunan secara mandiri. Berbagai perabot rumah tangga dipindahkan, sementara bagian bangunan yang masih dapat dimanfaatkan dibongkar lebih dahulu sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai.

Salah seorang warga Padukuhan Depok, Khoirul Hidayat, mengatakan masyarakat yang terdampak telah menerima uang kompensasi. Menurutnya, hingga kini warga masih menunggu informasi resmi mengenai jadwal dimulainya pekerjaan konstruksi oleh pihak pelaksana proyek.

BACA JUGA : Akses Malioboro Diperketat, Arus dari Exit Tol Prambanan Dialihkan

BACA JUGA : Cek Rekomendasi Destinasi Wisata Strategis Dekat Exit Tol Semarang untuk Melepas Lelah

"Yang saya tahu, dari as jalan kurang lebih 8 sampai 12 meter. Masyarakat juga sudah mendapat uang kompensasi. Untuk pengerjaan dari pihak tol, kami belum tahu," ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak warga memilih membongkar bangunan secara mandiri agar material yang masih layak dapat dimanfaatkan kembali. Apabila pembongkaran dilakukan menggunakan alat berat oleh pihak pelaksana proyek, dikhawatirkan sebagian besar material akan mengalami kerusakan.

"Kalau dibongkar mandiri, bahan bangunan masih bisa dimanfaatkan. Kalau yang membongkar pihak tol menggunakan alat berat, barang akan banyak yang rusak," katanya.

Sementara itu, di lokasi proyek aktivitas persiapan juga mulai berlangsung. Pembangunan kantor pekerja telah dimulai, disertai pembersihan lahan di sejumlah titik sebagai bagian dari persiapan memasuki tahap konstruksi.

BACA JUGA :  Progres Jalan Tol Jogja dan JJLS Disorot, DPRD DIY Soroti Dampak Proyek Strategis Nasional

BACA JUGA : DPRD DIY Kejar Solusi Stadion Mandala Krida, Jangan Sampai Ulangi Kesalahan Warisan KPK

Rangkaian pekerjaan tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan Exit Tol Gamping segera memasuki fase pelaksanaan. Kehadiran ruas tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kulonprogo, sekaligus mendukung akses menuju Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: