Masih Ada SPBU Pasang Plang MyPertamina, Tapi Ternyata Setelah Antri Belum Ada Layanan Non Tunai
Masih Ada SPBU Pasang Plang MyPertamina, Pengendara Kecewa karena Layanan Non Tunai Belum Optimal--FOTO : Ist/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Sejumlah pengendara mengeluhkan masih adanya beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina yang memasang penanda atau plang layanan MyPertamina, namun pada praktiknya transaksi non tunai melalui aplikasi tersebut belum dapat dilayani secara optimal.
Keluhan itu mencuat setelah seorang pengendara membagikan pengalamannya usai mengisi bahan bakar di salah satu SPBU. Ia mengaku sengaja memilih jalur yang diberi penanda khusus pengguna aplikasi MyPertamina dengan harapan proses pengisian bahan bakar dapat berlangsung lebih cepat.
Namun saat tiba di dispenser, ia justru diminta mengantre bersama kendaraan lain yang menggunakan jalur reguler. Padahal, menurutnya, jalur tersebut telah diberi plang khusus untuk pengguna MyPertamina.
"Saya sengaja masuk ke jalur yang ada plang khusus pengguna MyPertamina karena mengira transaksi non tunai akan lebih cepat. Ternyata saya tetap diminta mengantre seperti jalur biasa. Kalau memang belum bisa melayani pembayaran non tunai secara optimal, sebaiknya jangan memasang plang jalur khusus karena itu membuat konsumen bingung dan kecewa," ujar pengendara tersebut.
BACA JUGA : Efek Domino Kenaikan Pertamax, Antrean Pertalite Mengular di SPBU
BACA JUGA : Sleman Jadi Daerah Pertama Teken Komitmen SPBU, Ake Erwan: Meteran Adalah Simbol Kejujuran
Menurutnya, keberadaan plang jalur khusus menimbulkan ekspektasi bahwa pengguna aplikasi MyPertamina akan memperoleh layanan yang lebih cepat dan efisien. Namun kenyataan di lapangan dinilai tidak sesuai dengan informasi yang ditampilkan.
Keluhan serupa juga banyak disampaikan warganet. Mereka menilai penggunaan aplikasi MyPertamina seharusnya memberikan kemudahan dan efisiensi dalam bertransaksi. Namun di sejumlah SPBU, pengguna aplikasi masih harus mengantre di jalur yang sama dengan pembayaran tunai karena keterbatasan perangkat maupun sistem pelayanan.
Para pengendara berharap Pertamina bersama pengelola SPBU dapat melakukan evaluasi terhadap kesiapan fasilitas digital di lapangan. Kejelasan informasi mengenai jalur khusus maupun mekanisme pembayaran dinilai penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan konsumen.
Selain itu, masyarakat juga berharap petugas SPBU dapat memberikan penjelasan yang baik apabila memang terdapat kendala teknis atau keterbatasan layanan. Dengan komunikasi yang jelas serta pelayanan yang ramah, keluhan pelanggan diharapkan dapat diminimalkan.
BACA JUGA : Disperindag Sleman Tegaskan Kejujuran Takaran BBM, Mae Rusmi: 100 Persen SPBU Masih Sesuai Aturan
BACA JUGA : Bupati Sleman Gandeng Hiswana Migas DIY, Tegaskan SPBU Harus Jujur dan Anti Kecurangan
Transformasi digital melalui aplikasi MyPertamina selama ini terus didorong untuk mempermudah transaksi pembelian BBM. Karena itu, konsumen berharap seluruh SPBU yang telah memasang identitas layanan MyPertamina benar-benar siap melayani pembayaran non tunai sesuai informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

