Merapi Erupsi Lagi, Awan Panas Guguran Mengarah ke Hulu Kali Sat/Putih Jumat Pagi
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Jumat pagi (10/7/2026). BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi kawasan rawan bencana karena suplai magma masih berlangsung dan status Merapi tetap Level III Siaga.--dok. Induk Frekom 86
Sementara itu, di sektor tenggara potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer.
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai ancaman lahar terutama saat hujan turun di kawasan puncak Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi.
BACA JUGA : Sri Sultan HB X: Warga Lereng Sudah Paham Risiko, Wisatawan Sebaiknya Jangan Mendaki Merapi
BACA JUGA : Soal Pendakian Gunung Merapi, BPPTKG: Rekomendasi Tetap Sama, Jangan Beraktivitas di Daerah Bahaya
Sebelumnya, pada Rabu (8/7/2026), Gunung Merapi juga dua kali mengeluarkan awan panas guguran.
Peristiwa pertama terjadi pukul 11.46 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah hulu Kali Boyong, amplitudo maksimum 48,29 milimeter, dan durasi 204,56 detik.
Kemudian pada pukul 17.10 WIB, kembali terjadi awan panas guguran sejauh 2.000 meter ke arah hulu Kali Sat/Putih dengan amplitudo maksimum 65,29 milimeter dan durasi 171,01 detik.
Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih fluktuatif sehingga masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta terus mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan Badan Geologi serta tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




