Jangan Anggap Sepele Pra Menopause, Perempuan Hadapi Risiko Kesehatan yang Sering Tak Disadari
Banyak perempuan memasuki masa pra menopause tanpa bekal pengetahuan yang cukup.--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja,id
BANTUL, diswayjogja.id – Menstruasi yang mulai tidak teratur, tubuh tiba-tiba terasa panas, mudah cemas, hingga sulit tidur sering dianggap sebagai bagian biasa dari pertambahan usia. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda seorang perempuan sedang memasuki masa pra menopause, fase transisi yang dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental jika tidak dipahami dengan baik.
Banyak perempuan memasuki masa pra menopause tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Akibatnya, berbagai perubahan yang muncul kerap dianggap sebagai kondisi biasa, bahkan tidak jarang diabaikan hingga memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
Fase pra menopause terjadi ketika produksi hormon estrogen mulai menurun. Perubahan hormonal ini memicu beragam gejala, mulai dari siklus menstruasi yang tidak teratur, hot flashes atau sensasi panas mendadak, menurunnya gairah seksual, hingga gangguan tidur.
Tak hanya berdampak pada kondisi fisik, perubahan hormon juga dapat memengaruhi kesehatan mental perempuan. Perasaan cemas, mudah tersinggung, perubahan suasana hati, hingga menurunnya rasa percaya diri menjadi keluhan yang cukup sering dialami.
BACA JUGA : BRI Dukung Gelaran BWB Expo 2026 Bali, Genjot Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia
BACA JUGA : 31 Mei Hari Kesehatan dan Kesejahteraan Dunia, Kaum Ibu Ikuti Penyuluhan Kesehatan
"Hormon estrogen berperan dalam mengatur berbagai zat kimia di otak. Ketika kadar hormon ini menurun, maka dapat memicu munculnya kecemasan dan perubahan emosional lainnya," ujar Nur Azizah Indriastuti, dalam penyuluhan kesehatan reproduksi perempuan di Dusun Priyan, Kalurahan Trirenggo, Bantul, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, masa pra menopause bukan sekadar perubahan alami yang harus dijalani, tetapi juga periode penting untuk mencegah berbagai risiko kesehatan di masa depan. Penurunan hormon estrogen yang berlangsung dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko osteoporosis, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme.
Karena itu, perempuan didorong untuk mulai menerapkan konsep healthy aging atau penuaan sehat sejak memasuki usia menjelang menopause. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui pola makan bergizi seimbang, olahraga rutin, pengelolaan stres, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Selain menjaga gaya hidup, deteksi dini juga menjadi kunci penting. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), tes IVA untuk mendeteksi kanker serviks, serta pemantauan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol dianjurkan dilakukan secara rutin guna mencegah munculnya penyakit yang lebih serius.
BACA JUGA : Lansia Bahagia, Bunuh Diri Bisa Dicegah: Alarm Kesehatan Mental Menggema dari Balecatur
BACA JUGA : Siaga Lebaran 2026, Dinkes Sleman Perkuat Pos Terpadu dan Layanan Kesehatan 24 Jam
Kesadaran inilah yang kini terus didorong melalui berbagai kegiatan edukasi kesehatan di masyarakat. Salah satunya melalui program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan memberikan penyuluhan kepada puluhan perempuan usia pra menopause di Bantul.
Koordinator kegiatan, Risky Oktafia, mengatakan masih banyak perempuan yang belum memahami perubahan yang terjadi menjelang menopause sehingga diperlukan edukasi yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: