Bus Tak Bisa Lagi Dekat Malioboro? Hotel dan Travel Minta Akses Diperjelas

Bus Tak Bisa Lagi Dekat Malioboro? Hotel dan Travel Minta Akses Diperjelas

Bus Wisata disetop petugas di kawasan Tugu Yogyakarta yang hendak memasuki kawasan Malioboro, Selasa (21/4/2026) sore, di mana rencana pembatasan bus wisata di Malioboro menuai respons pelaku usaha. Hotel dan travel minta kejelasan akses dan solusi parkir--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Rencana pembatasan bus wisata di kawasan Malioboro kembali menjadi sorotan. Para pelaku usaha hotel dan biro perjalanan wisata meminta kejelasan akses dan solusi parkir di tengah wacana penerapan kawasan pedestrian penuh.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama pelaku usaha hotel, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, serta Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DIY di Hotel Royal Darmo Malioboro, Rabu (22/4/2026).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan forum ini bertujuan menyerap aspirasi langsung dari pelaku usaha yang terdampak kebijakan.

“Kami mengundang 105 hotel di sepanjang Malioboro, yang hadir 68. Usulan mereka sangat konstruktif dan akan kami gunakan sebagai bahan menyusun aturan menuju full pedestrian,” ujarnya.

BACA JUGA : Curhat Pengelola Senopati Jogja: QRIS Sukses, Tapi Parkir Bus Dilarang

BACA JUGA : Bus Pariwisata Dilarang Masuk Parkir Senopati Mulai 14 Maret, Ini Aturan Baru di Malioboro

Menurutnya, kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

“Semua dilakukan bertahap dengan berbagai catatan, tergantung kondisi real di lapangan. Ini bagian untuk mendapatkan masukan langsung,” katanya.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah akses bus wisata. Hasto mencontohkan usulan agar bus dari kawasan Ngabean tidak masuk hingga Titik Nol Kilometer, namun dialihkan ke jalur alternatif.

“Ada usulan bus tidak ke timur, tapi belok ke Jalan Bhayangkara. Ini tetap tidak masuk Malioboro, tapi mendekat untuk memudahkan akses wisatawan,” jelasnya.

BACA JUGA : Parkir Bus Wisata di Jogja Dirombak, Sekda DIY: Senopati Khusus Mobil

BACA JUGA : Wali Kota Hasto Sebut Malioboro Menuju Full Pedestrian Dilakukan Bertahap, Fokus Penataan Sirip dan Parkir

Selain itu, pelaku usaha juga mengusulkan penambahan kantong parkir bus, termasuk memanfaatkan lahan swasta sebagai solusi jangka pendek.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, menegaskan bahwa pembatasan kendaraan besar merupakan bagian dari upaya menjaga kawasan Malioboro sebagai aset budaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait