Talud Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong Diperkuat, Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp7,5 Miliar
Pemkot Yogyakarta memperkuat talud Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong dengan anggaran Rp7,5 miliar. Sekitar 30 persen talud masih butuh penanganan untuk cegah longsor akibat cuaca ekstrem.--dok. Pemkot Jogja
“Untuk talud di Notoprajan yang melintasi Sungai Winongo sedang ditangani, tim kami langsung turun untuk memperkuat struktur terdampak sebagai respons cepat. Sementara talud di Baciro dan Prenggan masih tahap perencanaan perbaikan,” terangnya.
Adapun talud longsor di wilayah Kricak yang melintasi Sungai Buntung ditangani melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS), mengingat kewenangan dan skala penanganannya membutuhkan dukungan lintas instansi.
BACA JUGA : Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Kota Yogyakarta, Talud Ambrol dan Rumah Tergenang
BACA JUGA : Merapi Kembali Luncurkan APG ke Kali Krasak, Sungai Berhulu Merapi Berpotensi Lahar Hujan
Menurutnya, sebagian besar kerusakan terjadi pada struktur lama yang belum menggunakan sistem pondasi beton bertulang. Talud dari batu kali maupun bronjong dinilai lebih rentan terhadap perubahan debit air secara tiba-tiba.
“Kalau bronjong, ketika kawatnya sudah aus, kekuatannya hilang. Batu kali juga kalau tidak ada pondasi dan tulangan, lama-lama tergerus,” jelasnya.
Untuk mendukung penguatan infrastruktur tersebut, Pemkot Yogyakarta mengalokasikan anggaran sekitar Rp7,5 miliar. Anggaran ini mencakup pembangunan baru, pemeliharaan rutin di tiga sungai utama, serta penanganan insidentil dengan alokasi sekitar Rp2 miliar.
“Penguatan talud dan pemeliharaan berkelanjutan ini harapannya risiko longsor tebing sungai dapat ditekan, sekaligus menjaga keselamatan permukiman warga di bantaran sungai,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: