570 Lulusan Dikukuhkan, Rektor Tegaskan UIN Sunan Kalijaga sebagai Kampus Berdampak
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan berfoto bersama para wisudawan terbaik tercepat Periode II Tahun Akademik 2025/2026 usai Sidang Senat Terbuka di Gedung Multipurpose, Rabu (11/2/2026).--Foto: Humas UIN
BACA JUGA : 474 Lansia Sleman Diwisuda, Bukti Belajar Tidak Pernah Mengenal Usia
BACA JUGA : 78 Mahasiswa Sleman Pintar Raih Wisuda Amikom, Strategi Pendidikan Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Ilmu harus hadir sebagai daya tahan menghadapi kompleksitas masa depan dan menjadi kompas etik dalam setiap pengambilan keputusan.
Komitmen inilah yang diterjemahkan dalam agenda besar menjadikan UIN Sunan Kalijaga sebagai 'kampus berdampak'.
Konsep kampus berdampak, lanjutnya, berarti riset dan pengabdian yang dikembangkan kampus harus merespons problem aktual di masyarakat.
Untuk itu, UIN Sunan Kalijaga memperkuat ekosistem inovasi dengan mendirikan pusat inovasi dan hilirisasi riset agar temuan ilmiah tidak berhenti di ruang seminar atau jurnal, tetapi bertransformasi menjadi solusi konkret.
“Di mana pun pengabdiannya, selama memberikan dampak bagi masyarakat, itulah alumni sukses kami,” tuturnya.
Sementara itu, mewakili wisudawan, Zeni Lutfiyah, lulusan Program Doktor Studi Islam Pascasarjana, memaknai wisuda sebagai momentum transisi menuju babak baru kehidupan.
BACA JUGA : Terbanyak Sepanjang Sejarah, UNY Wisuda 5.320 Mahasiswa
BACA JUGA : 5 Model Baju Melayu Wanita Paling Cocok untuk Wisuda, Sederhana Tapi Elegan
“Wisuda bukan akhir, melainkan jeda dalam perjalanan hidup. Ini pintu menuju babak baru yang penuh tantangan, tetapi juga harapan,” ujarnya di hadapan sidang senat terbuka.
Ia mengingatkan, dunia di luar kampus tidak selalu ramah. Karena itu, keberanian, optimisme, dan daya cipta menjadi kunci menghadapi masa depan.
“Jika kita bisa memimpikan, pasti kita bisa meraihnya. Dan cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya. Yang terpenting adalah keberanian untuk terus maju,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah lulusan juga menerima predikat wisudawan terbaik tercepat berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 16.1 Tahun 2026 tertanggal 11 Februari 2026.
Pada jenjang sarjana, capaian terbaik tercepat diraih Meifika Nanda Saqina (Kimia, IPK 3,73), Kavina Bi’izzika (Ilmu Perpustakaan, IPK 3,77), Delfi Ade Yustyan (PGMI) dengan masa studi 3 tahun 3 bulan 3 hari (IPK 3,91), serta Reziq Mahfuz Ma.Iballa (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) 3 tahun 3 bulan 16 hari (IPK 3,93).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: