Labuhan Merapi Jadi Magnet Wisata, Sleman Soroti Dampak Sosial dan Lingkungan
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Paring Dalem Surakso Hargo (Mbah Asih) dan abdi dalem Keraton Yogyakarta membawa ubarampe menuju Sri Manganti Hargo Merapi dalam prosesi Labuhan Merapi, Selasa (20/1/2026)--Foto: Humas Pemkab Sleman
BACA JUGA : MBG 2026 Serap 66% Anggaran Pendidikan, Sleman Fokus Perjuangkan Hak Guru Honorer
BACA JUGA : SDN Nglarang Sleman Pindah Lokasi karena Lahan LP2B
Ia menegaskan bahwa Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Labuhan Merapi, termasuk dampaknya terhadap lingkungan, keterlibatan masyarakat lokal, serta pola kunjungan wisata.
Ia menambahkan, bagi masyarakat Jawa, Labuhan Merapi tidak hanya dimaknai sebagai tradisi, tetapi juga sebagai bentuk relasi antara manusia, alam, dan Tuhan.
“Ini menjadi keyakinan untuk mendekatkan kita kepada alam dan Yang Maha Kuasa. Kita sebagai makhluk ciptaan-Nya bisa saling bersatu dan menjaga alam,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap, pengelolaan Labuhan Merapi ke depan tidak hanya berfokus pada aspek seremoni, tetapi juga penguatan edukasi budaya bagi pengunjung.
Dengan pendekatan tersebut, Labuhan Merapi diharapkan dapat terus menjadi ruang pembelajaran publik tentang nilai kebersamaan, pelestarian lingkungan, dan peran tradisi dalam pembangunan berbasis budaya di Sleman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: