Insto Menjaga Mata, Agar Cahaya Al-Qur’an Tak Pernah Redup di Ruang Ngaji Martini
Melalui kampanye Bebas Mata SePeLe, INSTO mengajak masyarakat lebih peka terhadap gejala sepet, perih, dan lelah pada mata agar kesehatan mata tetap terjaga--Foto: Insto
SLEMAN, diswayjogja.id - Di sebuah ruang sederhana di Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, aktivitas belajar Al-Qur’an tetap berlangsung setiap hari.
Martini, seorang guru ngaji yang telah mengabdikan diri bertahun-tahun, membagi waktunya dalam dua sesi agar anak-anak tetap bisa belajar meski memiliki jadwal berbeda.
“Saya mulai aktivitas mengajari anak-anak dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 sampai 12.00 siang. Untuk anak-anak yang sudah sekolah, saya menyesuaikan dengan jadwal sekolah mereka,” katanya, Minggu (4/1/2025).
Sementara anak-anak yang belum sekolah biasanya mengikuti sesi pagi.
Rutinitas itu dijalaninya konsisten, meski belakangan ia mulai merasakan keluhan pada matanya seiring bertambahnya usia.
Ia mengaku keluhan tersebut mulai terasa ketika usianya memasuki 45 tahun.
BACA JUGA : Menjaga Keselamatan dan Ekosistem, Jalur Pendakian Gunung Tambora Resmi Ditutup Sementara
BACA JUGA : Pemda DIY Matangkan Tiga Raperda Strategis, Fokus Tata Kelola Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat
“Awalnya saya tidak menganggapnya serius, saya kira hanya karena kelelahan. Tetapi setelah membaca informasi kesehatan mata dari media sosial, saya sadar bahwa selain dipengaruhi usia, mata juga perlu diistirahatkan setelah beraktivitas beberapa jam,” ucapnya.
Ia menyebut keluhan mata biasanya muncul ketika ruangan kurang penerangan atau redup. Kondisi tersebut membuatnya sulit mempertahankan fokus saat membaca.
“Keluhan yang saya rasakan biasanya mata perih, kering, gatal, dan terkadang berair. Keluhan paling sering muncul saat membaca dalam waktu lama, terutama ketika ruangan kurang penerangan,” tuturnya.
Menurutnya, gangguan itu cukup mengganggu konsentrasi sehingga ia kerap menghentikan aktivitas sejenak.
Ia menambahkan, memaksakan diri justru berisiko membuat bacaan keliru.
“Mau tidak mau, ketika keluhan muncul, saya harus menghentikan aktivitas dan mengistirahatkan mata. Memang mata harus diberi waktu untuk relaksasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: