Dari Salon Sepi ke Tas Kelas Dunia: Zo’s The Label, Karya Perempuan Tegal yang Menembus Pasar Ekspor
PRODUK TAS - Owner Zo's The Label, Puan Maharani saat menunjukkan sejumlah produk tasnya, saat dikunjungi di tempat usahanya, di Blok C Nomor 4-5 Komplek Nirmala Square Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (29/12/2025).-Yerri Novelli/ RATEG-
Tak butuh waktu lama, produk Zo’s The Label menembus pasar luar negeri. Sejak 2021, tas-tas karya Puan telah diekspor ke Amerika Serikat, Dubai, Italia, Jepang, Australia, Filipina, hingga Belgia dan Prancis.
Pemasarannya banyak mengandalkan media sosial, langsung ke konsumen atau toko-toko luar negeri dengan sistem maklun.
“Konsumen luar negeri banyak yang beli langsung. Ada juga toko di Amerika yang beli dari saya Rp2–3 juta per tas, lalu dijual lagi lebih dari Rp5 juta dengan merek mereka sendiri,” ujar Puan.
Keunikan Zo’s The Label terletak pada eksplorasi material. Selain kulit sapi dan domba berkualitas premium, Puan juga memproduksi tas dari karung goni, karung bekas kopi, hingga tas kulit dengan bordir manual. Produk-produk edisi terbatas bahkan dibanderol hingga Rp5 juta per buah, menyasar segmen menengah atas dan pencinta fesyen eksklusif.
BACA JUGA : Sleman Fasilitasi UMKM dengan HKI Gratis, Lindungi Produk Kriya Lokal
BACA JUGA : UMKM Sleman Naik Kelas, Dari Online Biasa hingga Marketplace dan Strategi Digital Modern
Titik penting lain dalam perjalanan Zo’s The Label adalah ketika Puan bergabung sebagai UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal pada akhir 2023.
Semula ia sempat heran, mengapa BI membina UMKM. Namun, semua terjawab setelah ia merasakan langsung manfaatnya.
“Wawasan saya jadi terbuka. Kami sering diikutkan pameran, dikenalkan dengan pembeli, diajari pembukuan, hingga pelatihan,” katanya.
Bersama BI Tegal, Zo’s The Label aktif mengikuti pameran nasional dan internasional seperti INACRAFT, Adi Wastra Nusantara, Bazar Kreasi Bhayangkari, serta program Export Coaching kolaborasi BI dan Kementerian Perdagangan.
Pada 2024, Zo’s The Label bahkan mengikuti kurasi internasional oleh kurator New York Now, meski belum lolos, namun dinilai memiliki potensi besar untuk pasar Amerika.
BACA JUGA : PFI Jogja Ajak UMKM Kuasai Visual Storytelling, Dongkrak Penjualan di Era Digital
BACA JUGA : Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Tembus 85 Juta Views, Dorong Semangat UMKM untuk Terus Berkembang
Kapasitas produksi Zo’s The Label kini mencapai 250–300 tas per bulan, dengan komposisi 60 persen pasar lokal dan 40 persen ekspor.
Selain tas, Puan juga mengembangkan lini busana butik dan seragam kerja. Meski demikian, perjalanan tak selalu mulus. Di awal 2025, Puan mengakui omzetnya turun drastis hingga 50 persen dari hampir Rp1 miliar pada 2024, akibat perubahan pola konsumsi masyarakat dan berkurangnya pesanan suvenir dari instansi pemerintah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: