Bantul Siaga Nataru: Kawasan Rawan Dipantau 24 Jam, Wisata Bisa Ditutup Sewaktu-waktu
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan keterangan kepada media terkait kesiapsiagaan bencana jelang Nataru di Kompleks Pemkab Bantul, Sabtu (26/12/2025).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id - Dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama di kawasan yang menjadi jalur utama wisata dan transportasi.
Hal ini ia sampaikan saat ditanyai mengenai pengamanan Nataru.
“Provinsi telah menyatakan bahwa ada beberapa kawasan yang sangat perlu diperhatikan. Kesiapan menjadi prioritas, terutama di Bantul, yang terdiri dari empat wilayah yaitu Gunung Sewu, Mangunan, dan kawasan Kali Opak, jalur utama bus,” katanya, Sabtu (26/12/2025).
Menurutnya, langkah-langkah pengelolaan bencana dilakukan agar kawasan-kawasan tersebut selalu siap, meskipun belum sepenuhnya ditutup.
Ia menambahkan, penetapan prioritas sangat penting mengingat kawasan ini dihuni sekitar 7 juta penduduk dan menjadi fokus utama pengamanan.
BACA JUGA : Libur Nataru, Stok LPG 3 Kg dan BBM di Kota Yogyakarta Dipastikan Aman
BACA JUGA : Pastikan Libur NATARU Nyaman, Indosat ANDAL Perkuat Jaringan Jateng dan DIY dengan Dukungan Aivolusi5G
“Selain pengumuman informasi kesiapsiagaan kepada publik, penting dicatat bahwa kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi publik juga harus ikut menerapkannya,” ujarnya.
Untuk mendukung kesiapsiagaan, Dinas Komunikasi dan Informatika akan rutin memperbarui informasi cuaca berdasarkan pengumuman Badan Nasional Penanggulangan Krisis dan Tanggap Darurat (BNKT), agar wisatawan dan penduduk dapat mengambil langkah antisipatif.
“OPD-OPD yang ditunjuk akan terus memantau dan mengupdate kondisi dari waktu ke waktu. Jika dianggap penting, perlu, atau mendesak, OPD terkait akan mengambil langkah-langkah tindakan darurat,” jelasnya.
Ia menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pengunjung dan warga. “OPD-OPD akan melakukan pemantauan 24 jam bersama relawan untuk memastikan tindakan yang diambil tepat dan cepat,” ucapnya.
Menurutnya, ada dua fokus utama dalam pengelolaan risiko bencana yaitu menyampaikan informasi dan mengupdate kondisi wisata dari waktu ke waktu, serta melakukan kesiapsiagaan dan siap mengambil tindakan darurat jika diperlukan.
BACA JUGA : Bantul Siagakan Layanan Darurat 112 dan PSC 119, Aktif 24 Jam Selama Nataru
BACA JUGA : Pemkab Bantul Petakan Keamanan Nataru, Kunjungan Diekspansi ke 8 Titik Ibadah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: