Dari Ontel ke Listrik: 45 Tahun Nordi Mengayuh Becak, Kini Lebih Ringan di Usia Senja
Nordi, penarik becak asal Bantul, duduk di atas becak listrik usai menerima bantuan di Kabupaten Bantul, Selasa (23/12/2025).--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
Bagi Nordi, becak bukan sekadar alat mencari nafkah. Ia adalah saksi perubahan zaman.
Dari jalanan yang masih lengang, hingga kini dipenuhi kendaraan bermotor dan wisatawan. Namun satu hal yang tak berubah adalah prinsip kehati-hatiannya di jalan.
Selama puluhan tahun menarik becak, ia nyaris tak pernah mengalami kecelakaan.
Baginya, keselamatan adalah hasil dari kesabaran dan kewaspadaan, bukan kecepatan.
“Tidak pernah ada bencana selama jalan di jalanan. Kalau cuma beca rusak, itu wajar. Kalau kecelakaan, enggak,” tuturnya.
BACA JUGA : Sekolah Lansia di Jogja Bertambah 11 Tahun 2026, Upaya Tingkatkan Angka Harapan Hidup
BACA JUGA : 1.130 Lansia Miskin di Yogyakarta Dapat Bantuan Sosial, Total Rp 1,07 Miliar
Ia menuturkan bahwa kondisi cuaca dan medan jalan selama ini sudah menjadi risiko yang dipahami sejak awal memilih pekerjaan sebagai penarik becak.
“Hujanan ya sudah biasa, becek juga sudah tahu,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan becak juga bukan sesuatu yang mengejutkan.
Dalam pekerjaan yang mengandalkan alat sederhana dan dipakai setiap hari, kerusakan justru dianggap sebagai hal yang wajar dan harus dihadapi dengan sabar.
“Kalau kerusakan becak, itu biasa. Namanya juga narik becak, pasti ada kerusakan,” imbuhnya.
BACA JUGA : 1.130 Lansia Miskin di Yogyakarta Dapat Bantuan Sosial, Total Rp 1,07 Miliar
BACA JUGA : 474 Lansia Sleman Diwisuda, Bukti Belajar Tidak Pernah Mengenal Usia
Bagi penarik becak tersebut, kehadiran becak listrik tidak serta-merta menghilangkan seluruh persoalan di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: