Vasectomi di Sleman, Suami Ikut KB Dapat Reward Rp1 Juta

Vasectomi di Sleman, Suami Ikut KB Dapat Reward Rp1 Juta

Sekretaris Dinas P3AP2KB Sleman, Dwi Wiharyanti, menjelaskan prosedur vasectomi, Minggu (19/10/2025)--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Kabupaten Sleman terus mendorong program Keluarga Berencana (KB) melalui layanan vasectomi. 

Vasektomi adalah metode kontrasepsi permanen untuk pria dengan cara memotong atau menyumbat saluran sperma (vas deferens) sehingga air mani tidak lagi mengandung sperma.

Tahun ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menargetkan hanya 15 akseptoris yang bisa mengikuti layanan KB non-fisik atau Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BUKB). 

“Alhamdulillah, target ini sudah terpenuhi, dan beberapa yang inden kemungkinan baru bisa dilayani tahun 2026,” kata Sekretaris Dinas P3AP2KB Sleman, Dwi Wiharyanti.

Pelayanan vasectomi dilakukan di Rumah Sakit (RS) Sarjito. Selain itu, peserta dengan KTP Sleman berkesempatan mendapatkan reward Rp1 juta dari dana Jaring Pengaman Sosial (JPS). 

“Insya Allah, dana ini sudah masuk JPS dan bisa langsung digunakan untuk reward,” ucapnya.

BACA JUGA : Buruh PT Tarumartani Desak PKB Ditegakkan, Pensiun 60 Tahun dan Pesangon Jadi Sorotan di Sidang PHI Yogyakarta

BACA JUGA : Sleman Juara Umum Porda DIY XVII 2025, Lengkap dengan Emas Sepakbola Putra

Program ini menargetkan istri yang tidak bisa menjalani metode KB lain, seperti suntik hormonal, implant, pil, atau yang memiliki kondisi medis tertentu, misalnya tensi tinggi, benjolan, gula darah tinggi, atau masalah reproduksi lainnya. Selain itu, kesadaran suami untuk ikut KB mulai meningkat. 

"Sekarang banyak suami yang mendukung dan bahkan mau ikut langsung, bukan hanya menyerahkan keputusan pada istri," tuturnya. 

Dari target 15 akseptoris, seluruhnya telah terselesaikan lebih cepat dari perkiraan, menandakan meningkatnya kesadaran pria untuk ikut program KB.

“Target 15 aseptoris untuk tahun ini sudah terpenuhi, bahkan lebih cepat dari perkiraan. Kesadaran pria untuk ikut KB meningkat,” ujarnya. 

Pelayanan medis dilakukan di Rumah Sakit (RS) Sarjito dan memerlukan biaya yang cukup besar, bersumber dari PUKP. 

BACA JUGA : Tim Sepakbola Putri Gunungkidul Kejutkan Sleman, Menang 1-0 di Laga Perdana PORDA DIY 2025

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: