Bupati Sleman Gandeng Hiswana Migas DIY, Tegaskan SPBU Harus Jujur dan Anti Kecurangan
Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Hiswana Migas DIY menandatangani komitmen pengawasan SPBU di Hotel Crystal Lotus, Sleman, demi pelayanan jujur dan transparan.--Foto: Kristiani Tandi Rani/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Minyak dan Gas (Migas) DIY menandatangani komitmen bersama terkait penyelenggaraan pelayanan SPBU yang jujur, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan.
Penandatanganan berlangsung di Hotel Crystal Lotus, Mlati, Sleman, Kamis (21/8/2025).
Komitmen ini ditandatangani oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Ketua Hiswana Migas DIY SPBU Aryanto Sukoco, Ketua Bidang SPBU Hiswana Migas DIY Bangun Wahyu Aji Wira, perwakilan pemilik SPBU Wira Adyaksa, SAM Retail Yogyakarta PT Pertamina Patra Niaga Weddy Surya Windrawan, serta Katim Pengawasan Metrologi Legal dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Metrologi Ake Erwan.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan, penandatanganan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata komitmen bersama antara pemerintah, Hiswana Migas, dan Pertamina untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
BACA JUGA : Petani Sleman Berupaya Lawan Hama Tikus, Gropyokan Massal Hingga Fumigasi
BACA JUGA : Pemda Bersama Hiswana Migas DIY Mulai Mensosialisasikan Penyesuaian HET LPG 3 Kg ke Agen dan Pangkalan
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama guna memastikan pelayanan SPBU di Sleman berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai aturan,” katanya.
Menurutnya, pengawasan bersama dengan berbagai pihak menjadi penting karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Ia menegaskan, konsumen berhak memperoleh pelayanan yang adil, terutama terkait keakuratan takaran dan kualitas bahan bakar.
“Pengelola SPBU dan seluruh pemangku kepentingan harus mematuhi regulasi yang ada demi melindungi hak konsumen dan memelihara kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan, Pemkab Sleman tidak akan segan menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan masyarakat.
Transparansi dan kejujuran harus menjadi standar utama bagi seluruh SPBU.
“Kalau ada SPBU yang nakal, tentu akan kami tindak sesuai aturan. Kami ingin kehadiran SPBU menjadi sarana pelayanan, bukan sumber persoalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Pertamina dan lembaga metrologi legal menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: