Suwanto menyebutkan, periode kemarau ini sekitar 90 persen petani anggota Gapoktan Sumber Mulyo menanam jagung. Sementara 10 persen lainnya memilih komoditas lain seperti cabai dan sayuran.
Selain hasil pipilan jagung, bagian klobot atau kulit jagung juga dimanfaatkan. Sebagian besar dibiarkan di lahan untuk dijadikan pupuk organik. Namun, ada pula warga dari luar wilayah yang memanfaatkannya sebagai pakan ternak.