SLEMAN, diswayjogja.id – Keberadaan wisata jeep di lereng Gunung Merapi bukan sekadar menawarkan pengalaman petualangan menyusuri kawasan bekas erupsi. Di balik aktivitas tersebut, terdapat peran komunitas lokal dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata.
Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) menjadi salah satu contoh pengembangan Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat. Melalui keterlibatan komunitas, pengelolaan wisata tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga mencakup kualitas pelayanan, keselamatan wisatawan, kepedulian lingkungan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 AJWLM di kawasan wisata Kalikuning, Hargobinangun, Pakem, Kamis (29/10). Dalam kesempatan tersebut, Danang juga mengikuti lomba jeep yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan.
Menurut Danang, keberadaan komunitas jeep wisata turut memperkuat daya tarik pariwisata di wilayah utara Kabupaten Sleman, khususnya kawasan lereng Gunung Merapi. Selain memberikan pengalaman wisata petualangan, aktivitas tersebut juga membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Museum Merapi, Ruang Belajar dari Alam, Sejarah, hingga Kebudayaan
BACA JUGA:Gedruk Lereng Merapi, Tarian Raksasa yang Mengajak Manusia Menjaga Alam
“Kawasan lereng Merapi memiliki potensi wisata alam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Salah satunya melalui keberadaan komunitas jeep wisata yang turut memberikan pengalaman berwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Danang.
Namun, di tengah perkembangan wisata jeep lereng Merapi, tantangan yang dihadapi AJWLM tidak berhenti pada peningkatan jumlah wisatawan. Kesadaran kolektif anggota dalam menjaga standar pelayanan dan keselamatan menjadi faktor penting agar destinasi tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.
Dalam wisata minat khusus seperti off-road, pelayanan tidak cukup hanya dengan keramahan pengemudi. Kelayakan kendaraan, kompetensi pengemudi, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman kepada wisatawan.
Di sisi lain, pengemudi jeep juga memiliki peran lebih dari sekadar mengantarkan wisatawan melewati jalur petualangan. Mereka merupakan bagian dari wajah pariwisata Merapi yang berinteraksi langsung dengan pengunjung.
BACA JUGA:Serunya Orang Tua dan Anak Belajar Mengenal Proses Erupsi Gunung di Museum Gunungapi Merapi Sleman
BACA JUGA:Sensasi Petualangan Seru dan Menegangkan dengan Jeep Lava Tour di Lereng Gunung Merapi
Kemampuan menyampaikan cerita mengenai sejarah erupsi Merapi, kehidupan masyarakat lereng gunung, hingga edukasi mitigasi bencana dapat menambah nilai pengalaman wisata.
Aspek sosial dan kemanusiaan juga menjadi bagian penting dari keberadaan komunitas jeep di kawasan rawan bencana. Armada yang sehari-hari digunakan untuk kegiatan wisata berpotensi mendukung mobilitas dan penanganan darurat ketika terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi, sesuai koordinasi dengan pihak berwenang.
Danang pun mengingatkan seluruh pelaku wisata agar senantiasa mengutamakan keselamatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.