Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui penyerahan bantuan Program Santripreneur dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman kepada 33 pondok pesantren. Program ini memasuki tahun ketiga berturut-turut dalam penyaluran bantuan modal usaha bagi lingkungan pesantren.
BACA JUGA : Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati di Ponpes Sleman, Kuasa Hukum Desak Polisi Bergerak
BACA JUGA : Sulit Cari Kerja, Irham Mustofa Jajakan Alas Duduk Plastik dari Event ke Event
Bantuan tersebut diharapkan mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan santri, meningkatkan keterampilan mengelola usaha, serta memperkuat potensi ekonomi pesantren. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu agama, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kemandirian ekonomi menjadi salah satu bekal penting agar santri mampu berdaya di tengah persaingan dan perubahan zaman. Usaha yang tumbuh dari lingkungan pesantren juga berpotensi membuka lapangan kerja dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Rangkaian peringatan Hari Santri di Sleman diawali dengan salat istisqa berjamaah untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau. Salat tersebut dipimpin KH. Mas'ud Masduki, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta.