Sebelumnya, aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di halaman Gedung DPRD DIY, Selasa (20/10/2026) malam, berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB setelah terdengar suara mirip petasan. Polisi kemudian membubarkan massa. Sejumlah peserta aksi terlihat diamankan petugas, sedangkan peserta yang mengalami luka mendapat penanganan tim kesehatan.
BACA JUGA : Ratusan Massa Gelar Aksi Agustus Gelap di UGM, Soroti Perlindungan Pekerja Migran hingga Demokrasi
BACA JUGA : Demo HMI di Balai Kota Yogyakarta Sempat Ricuh, Hasto Wardoyo Temui Massa Bahas Krisis Sampah
Saat memberikan keterangan pada Selasa malam, Ihsan menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk melindungi peserta aksi ketika situasi di lokasi memanas.
"Tujuan kami mengamankan tentunya untuk melindungi yang bersangkutan. Situasinya agak chaos, sehingga personel kami berusaha mengamankan anggota ataupun peserta aksi," tutur Ihsan.
Pada saat itu, kepolisian masih melakukan pendataan terhadap peserta yang diamankan. Ihsan juga menyebut terdapat peserta aksi dan anggota polisi yang mengalami luka dalam insiden saling dorong. Berdasarkan keterangan awal, luka yang dialami disebut ringan.
Kepolisian turut menyatakan sedang mendalami dugaan pelemparan batu dan petasan serta kemungkinan perusakan fasilitas publik, termasuk cagar budaya.