Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Muhammadiyah Minta Pendidikan dan Ekonomi Jadi Prioritas
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai kritik dan demo hak demokrasi yang harus jadi energi perbaikan pemerintah. Ia meminta prioritas pendidikan dan ekonomi serta penguatan institusi dalam negeri.--Foto: Anam AK/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai kritik dan tuntutan publik terhadap pemerintah merupakan hal wajar dan sebaiknya dijadikan energi untuk memperbaiki kekurangan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dia juga meminta pemerintah memprioritaskan bidang yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yakni pendidikan dan ekonomi.
Menanggapi kondisi ekonomi, termasuk inflasi dan tekanan harga pangan, Haedar menyebut pemerintah memiliki kemauan politik yang kuat untuk membangun Indonesia berasaskan kedaulatan dan kemakmuran sebesar-besarnya bagi orang banyak sesuai Pasal 33. Pemerintah juga dinilai berupaya memperkuat sains dan teknologi, sumber daya manusia, serta kebudayaan.
"Tantangannya memang tidak mudah. Ada problem ekonomi, ada problem subsidi, bahkan ada kondisi global yang juga selalu hadir," kata Haedar saat ditemui di Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Gamping, Sleman, Rabu (21/10/2026).
BACA JUGA : Massa Coba Terobos Gedung DPRD DIY, Forum BEM se-DIY Beri Kartu Merah Pemerintahan Prabowo-Gibran
BACA JUGA : Warek UGM Arie Sujito Sebut Presiden Prabowo Diminta Berhenti Gengsi dan Koreksi Kebijakan
Dirinya menegaskan Muhammadiyah tidak akan masuk ke ranah teknis seperti inflasi, pasar modal, dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pemerintah dan para menteri semestinya memahami cara mengatasinya, dan ia percaya institusi yang ada dapat melaksanakannya.
"Perlu prioritas yang paling dirasakan dan menyangkut hajat hidup orang banyak di bidang pendidikan dan ekonomi. Saya yakin di situlah pemerintahan Prabowo bisa berada dalam garis yang sehat," ujarnya.
Haedar menyebut kritik dan tuntutan adalah hal wajar karena pemerintah milik publik dan warga bangsa.
"Jadikan masukan kritik itu sebagai energi untuk melakukan perbaikan atas kekurangan selama dua tahun berlangsung," jelasnya.
BACA JUGA : Soal Pernyataan Prabowo tentang Pakar, Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Keilmuan Berbasis Ilmu dan Data
BACA JUGA : AJI Yogyakarta: Pernyataan 'Londo Ireng' Presiden Prabowo Cerminkan Nuansa Orde Baru di Era Internet
Pihaknya berharap pemerintah ke depan lebih dinamis dan progresif serta mampu memobilisasi potensi kekuatan bangsa agar beban pemerintah tidak terlalu berat. Caranya, kata Haedar, dengan membangun komunikasi yang tulus dan relasi dengan kekuatan masyarakat yang berorientasi kebangsaan, bukan kepentingan politik sempit.
"Berhubungan dengan seluruh kekuatan bangsa jangan dasarnya kesempitan politik, tetapi pertimbangan politik pembangunan agar lebih genuine dan autentik," bebernya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: