SLEMAN, diswayjogja.id – Kebakaran melanda rumah milik Agus Supriyadi di RW 28 Padukuhan Jitengan, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (15/10/2026) pagi. Api yang diduga berasal dari percikan listrik pada stop kontak di kamar depan itu menghanguskan teras dandua kamar tidur beserta sejumlah perabotan rumah tangga.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Berkat kesigapan warga yang bergotong royong melakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 08.00 WIB sebelum merembet ke bangunan utama rumah.
Dua kamar tidur menjadi bagian yang paling parah terdampak. Sejumlah barang milik korban, di antaranya pakaian, lemari, dan spring bed, ludes terbakar.
Dugaan sementara, kebakaran bermula dari stop kontak listrik yang berada di kamar depan, dekat teras rumah. Stop kontak tersebut diduga mengalami percikan api akibat konsleting yang kemudian memicu kebakaran.
BACA JUGA : Kebakaran Trans Home Sleman, Manajemen Pastikan Pesanan Pelanggan Tetap Dikirim
BACA JUGA : Kebakaran Trans Home Sleman Berlangsung 5 Jam, Ratusan Motor Hangus
Warga yang mengetahui kejadian itu segera bergerak memberikan pertolongan. Mereka memanfaatkan tiga titik sumber air dari jaringan PDAM serta air sumur warga untuk memadamkan api.
Kecepatan warga dalam merespons kejadian menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas ke bagian rumah lainnya.
Ponimin, salah seorang warga yang pertama kali melihat kebakaran, menceritakan bahwa dirinya mengetahui kejadian tersebut saat melintas dari arah timur rumah korban.
“Saat melintas dari arah timur, saya melihat ada api yang keluar dari sela-sela jendela dan atap rumah,” ungkap Ponimin.
BACA JUGA : Kebakaran Trans Home Sleman, Dua Korban Diduga Meninggal Ditemukan di Lantai 2 dan 3
BACA JUGA : Sampel Abu Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Diuji Labfor, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Melihat kondisi tersebut, Ponimin spontan memanggil Agus Supriyadi untuk memberitahukan bahwa rumahnya terbakar. Saat kejadian, Agus diketahui sedang memandikan anaknya di kamar mandi bagian belakang rumah.
Setelah mengetahui kebakaran tersebut, Ponimin bersama Agus segera meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian berdatangan dan bergotong royong memadamkan api menggunakan sumber air yang tersedia.
Upaya pemadaman dilakukan dengan cepat agar kobaran api tidak menjalar ke bagian rumah yang lain. Setelah sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan.