Para juru parkir juga telah dibekali atribut dan perangkat pendukung. Menurut Heri, juru parkir diberikan rompi parkir resmi dari Dishub Sleman serta alat digital berupa MPOS (Mobile Point of Sale).
Meski skema penataan telah disiapkan, Heri menyebut pelaksanaannya masih memiliki sejumlah kekurangan. Karena itu, setelah menerima banyak masukan dari masyarakat, Dishub Sleman memutuskan untuk menghentikan sementara program tersebut.
BACA JUGA:Parkir Bus Wisata di Jogja Dirombak, Sekda DIY: Senopati Khusus Mobil
BACA JUGA:Curhat Pengelola Senopati Jogja: QRIS Sukses, Tapi Parkir Bus Dilarang
"Tentu masih banyak kekurangan yang perlu kami evaluasi sehingga setelah banyak masukan dari masyarakat kemarin upaya penataan kami pending untuk evaluasi," bebernya.
Heri belum dapat memastikan berapa lama proses evaluasi akan berlangsung. Ia mengatakan Dishub masih melakukan pembahasan dan evaluasi terhadap program tersebut.
"Berproses, belum bisa memastikan berapa lamanya," tambahnya.
Terkait kemungkinan penarikan retribusi parkir kembali dilanjutkan setelah evaluasi, Heri mengatakan hal tersebut masih menunggu proses lebih lanjut.
"Apabila program ini nanti dilanjutkan tentu perlu sosialisasi yang lebih baik ke masyarakat," tandasnya.
Dengan demikian, untuk sementara program penataan dan penarikan retribusi parkir di sekitar Lapangan Pemda Sleman dihentikan. Keputusan lanjutan akan ditentukan setelah proses evaluasi dan pertimbangan terhadap masukan masyarakat selesai dilakukan.