Bagi Afnan, gambaran tersebut membuat ancaman erupsi terasa lebih nyata. Ia tidak hanya mendengar istilah awan panas, tetapi dapat melihat melalui peraga bagaimana dampaknya terhadap lingkungan dan bangunan.
BACA JUGA:Menjelajahi Ruang Imersifa dan Workshop Kreatif, ini Transformasi Museum Nasional Jakarta
BACA JUGA:Menjelajahi Lorong Waktu Kode Rahasia di Museum Sandi Yogyakarta, Simak Info Lengkapnya Berikut Ini
Museum juga menyimpan berbagai batuan dan material yang berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Merapi. Koleksi tersebut menjadi bagian penting untuk memperkenalkan karakter gunung api kepada pengunjung.
"Ada juga batu-batuan yang sangat banyak yang dikeluarkan dari erupsi Gunung Merapi saat itu," ujar Afnan.
Selain melihat koleksi, anak-anak juga dapat mencoba simulasi gempa vulkanik. Bagi Hajid, keberadaan berbagai peraga tersebut membuat proses edukasi kebencanaan menjadi lebih mudah diterima anak-anak karena mereka tidak hanya membaca informasi, tetapi juga melihat dan mencoba secara langsung.
"Di sana juga ada simulasi gempa vulkanik. Anak-anak mencobanya dan sangat menyenangkan," kata Hajid.
BACA JUGA:Jejak Kejeniusan BJ Habibie Terpampang di Museum Dirgantara, N250 Gatotkaca Jadi Magnet Pengunjung
Museum Merapi, Jendela Mengenal Gunung Api
Museum Gunungapi Merapi berada di kawasan Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, sekitar lima kilometer sebelum memasuki kawasan wisata Kaliurang dari arah Yogyakarta. Museum ini berada di lereng selatan Gunung Merapi dan menjadi salah satu pusat edukasi mengenai gunung api dan kebencanaan.
Museum mulai dibangun pada 2005 melalui kerja sama Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Bangunan museum kemudian diresmikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro pada 1 Oktober 2009 dan mulai dibuka untuk umum pada 1 Januari 2010.
Dibangun di atas lahan sekitar 3,5 hektare dengan luas bangunan 4.470 meter persegi, museum ini dirancang sebagai ruang edukasi kegunungapian dan kebencanaan. Berbagai peraga di dalamnya mencakup informasi tentang gunung api, gempa bumi, tsunami, gerakan tanah, hingga dokumentasi erupsi Merapi.