SLEMAN, diswayjogja.id – Di tengah persaingan para pengembang teknologi dari berbagai negara, seorang mahasiswa UGM berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam kompetisi blockchain internasional, UHI9 Hookathon.
Adalah Dien Muhammad Scientivan Kurnia Pramono, mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada angkatan 2024. Ia menjadi pemenang pada dua kategori, yakni Impermanent Loss & Yield Systems Track serta Reactive Network Track.
Atas prestasi tersebut, Dien memperoleh hadiah masing-masing 1.000 dolar AS, sehingga total penghargaan yang diterimanya mencapai 2.000 dolar AS.
Menurut Dien, perjalanan menuju babak final tidaklah singkat. Seluruh peserta lebih dulu harus melewati proses seleksi administrasi, wawancara, hingga mengikuti lokakarya intensif sebelum memasuki kompetisi utama.
BACA JUGA : Atasi Masalah Sampah, Mahasiswa UGM Ciptakan Wormy Box yang Bikin Cacing Jadi Pahlawan Lingkungan
BACA JUGA : Resmi Jadi Mahasiswa UGM, 10.629 Mahasiswa Ramaikan Pionir Gadjah Mada 2025
"Sebelum mengikuti kompetisi, peserta harus melewati proses seleksi berupa pengajuan dokumen dan wawancara, kemudian mengikuti serangkaian lokakarya intensif hingga memasuki babak akhir berupa hackathon atau yang dalam program ini disebut sebagai Hookathon," ujar Dien.
Kompetisi tersebut merupakan bagian dari program inkubasi Uniswap Hook Incubator Batch 9 yang diselenggarakan Atrium Academy. Ajang ini mempertemukan para pengembang blockchain dari berbagai negara untuk menciptakan solusi baru pada ekosistem Uniswap v4.
Blockchain sendiri merupakan teknologi penyimpanan data digital yang tersusun dalam rangkaian blok dan saling terhubung. Teknologi ini dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi karena data yang sudah tercatat sulit diubah. Blockchain menjadi fondasi berbagai inovasi digital, mulai dari aset kripto, kontrak pintar (smart contract), hingga berbagai layanan keuangan digital tanpa perantara.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta ditantang mengembangkan fitur atau solusi baru yang dapat meningkatkan efisiensi, keamanan, maupun fleksibilitas sistem blockchain.
BACA JUGA : Hobi Merawat Ternak, Anak Buruh Serabutan Lolos Kuliah Gratis di Peternakan UGM
BACA JUGA : Ajak Mahasiswa Pendemo Duduk Bareng, Bupati Paramitha Terima Saran dan Kritik Demi Kemajuan Brebes
Keberhasilan Dien menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di level global, terutama pada bidang teknologi yang saat ini berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu fondasi ekonomi digital masa depan.