"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," jelas Agus.
BACA JUGA : Ramai Ajakan Buka Jalur Pendakian Merapi, TNGM: Pendakian Masih Dilarang Demi Keselamatan
BACA JUGA : Status Siaga, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Selasa Pagi Selama 3 Menit
Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di kawasan lereng Merapi, serta mengantisipasi potensi gangguan akibat abu vulkanik.
Sebelumnya, pada Kamis (2/7/2026) pagi pukul 06.01 WIB, Gunung Merapi juga meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar 1.700 meter ke arah barat daya melalui hulu Kali Krasak.
Dengan demikian, sepanjang Kamis (2/7/2026), BPPTKG mencatat terjadi dua kali awan panas guguran yang menunjukkan aktivitas Merapi masih fluktuatif dan perlu terus diwaspadai.