YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (31/5/2026) malam. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas tersebut meluncur sejauh sekitar 1.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa awan panas guguran terjadi pada pukul 22.47 WIB.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 22.47 WIB dengan estimasi jarak luncur 1.000 meter, amplitudo maksimum 25,74 mm dan durasi 158 detik mengarah ke barat daya atau hulu Kali Krasak," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026) malam.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 31 Mei 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, selain satu kali awan panas guguran, BPPTKG juga merekam aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi.
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Jumat Sore, Sungai Berhulu Merapi Diminta Diwaspadai
BACA JUGA : Merapi Keluarkan APG Usai Hujan Deras, BPPTKG Keluarkan Peringatan Bahaya Lahar
Tercatat sebanyak 102 kali gempa guguran, 63 kali gempa hybrid atau fase banyak, tujuh gempa vulkanik dangkal, serta satu gempa tektonik jauh.
Secara visual, Gunung Merapi tampak jelas hingga tertutup kabut tipis dengan asap kawah berwarna putih berintensitas tebal. Tinggi kolom asap teramati berkisar antara 25 hingga 150 meter di atas puncak.
Selain awan panas guguran, petugas juga mengamati delapan kali guguran lava ke arah barat daya melalui Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.
Memasuki periode pengamatan 1 Juni 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas Merapi masih didominasi guguran lava. BPPTKG mencatat 16 kali gempa guguran, 15 gempa hybrid, dan satu gempa vulkanik dangkal.
BACA JUGA : Meski Merapi Siaga, Wisata Alam TNGM Tetap Ramai Dikunjungi Ribuan Wisatawan
BACA JUGA : Awan Panas Guguran Gunung Merapi Terjadi Sore Ini, Ini Penjelasan BPPTKG
Pada periode tersebut, tujuh kali guguran lava kembali teramati ke arah Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Agus menegaskan status aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," katanya.