“Setiap tanggal 26 sirine selalu dites. Ini menunjukkan kesiapsiagaan yang terus dijaga,” ucapnya.
BACA JUGA : Bencana Sumatra Skala Besar, Dwikorita Sebut Kapasitas Penanganan Belum Seimbang
BACA JUGA : Menelisik Penyebab dan Dampak Banjir Bandang Sumatra, Dwikorita Sebut Faktor Nonalam Perparah Bencana
Meski demikian, Dwikorita mengingatkan agar kewaspadaan tidak menurun, terutama karena faktor regenerasi.
“Yang jadi tantangan adalah keberlanjutan. Setiap ada generasi baru, harus dilatih lagi. Jangan sampai yang sudah dilatih lulus, tapi yang baru tidak siap,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa edukasi kebencanaan harus dilakukan secara terus-menerus, baik di sekolah maupun di tingkat pemerintahan.
“Bupati bisa berganti, aparat bisa berganti. Tapi kesiapsiagaan harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti,” pungkasnya.