KULON PROGO, diswayjogja.id - Penyelenggaraan ibadah haji melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) tahun 2026 diproyeksikan menjadi percontohan nasional.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyebutkan pemerintah pusat memberi sinyal akan memperluas konsep embarkasi tanpa asrama ke daerah lain jika pelaksanaan di DIY berjalan sukses.
“Embarkasi YIA ini merupakan embarkasi tanpa asrama pertama di Indonesia. Jika berjalan baik dan lancar, kami akan membuka kesempatan daerah lain untuk menerapkan konsep serupa,” ujarnya saat melantik petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi YIA secara daring, Jumat (17/4/2026).
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyatakan bahwa embarkasi YIA merupakan hasil persiapan panjang dan kolaborasi berbagai pihak.
BACA JUGA : 494 Jemaah Haji Jogja Siap Berangkat, Dinkes Pastikan Kondisi Kesehatan Optimal
BACA JUGA : Haji 2026 DIY Tanpa Penundaan, Kloter Pertama Berangkat 21 April dari YIA
“Persiapan ini tidak dilakukan dalam waktu singkat. Sudah diinisiasi sejak lama bersama berbagai pihak, termasuk pengelola bandara YIA. Insyaallah semuanya sudah matang,” ungkapnya.
Menurut Made, tahun 2026 menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya jemaah haji DIY diberangkatkan melalui embarkasi sendiri.
“Ini bukan hanya pencapaian, tetapi tonggak sejarah yang membanggakan. Para petugas akan menjadi bagian dari sejarah tersebut,” katanya.
Made juga menekankan pentingnya pelayanan optimal bagi jemaah, terutama dalam menjaga kondisi kesehatan selama ibadah haji.
BACA JUGA : Distribusi Koper Haji Jogja 2026 Terlambat, Kemenhaj Pastikan Segera Tuntas
BACA JUGA : Jemaah Haji Kota Yogyakarta 2026 Tembus 494 Orang, Berangkat Perdana dari YIA
“Berangkat sehat, pulang sehat harus menjadi komitmen bersama. Petugas juga harus menjaga kesehatan agar bisa memberikan pelayanan maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa, mengungkapkan adanya peningkatan kuota jemaah haji tahun ini.
“Kuota DIY bertambah 601 jemaah, dari sebelumnya 3.147 menjadi 3.748 jemaah,” terangnya.