Kisah Partini, Rumahnya Diperbaiki Lewat RTLH Gotong Royong

Senin 13-04-2026,06:16 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Senyum bahagia terpancar dari wajah Partini (70), warga Kelurahan Wirogunan, saat rumah yang telah ia tempati sejak kecil akhirnya mendapat perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berbasis gotong royong, Minggu (12/4/2026).

Rumah yang selama ini ia tinggali bersama anak dan cucunya itu berada di dekat sungai dan kerap terdampak banjir. Kondisi bangunan yang kurang layak juga membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman.

“Alhamdulillah, senang sekali rumah mau diperbaiki. Saya tinggal di sini dari kecil, sering kebanjiran juga,” ujar Partini.

Dalam kesehariannya, Partini bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan berjualan kecil-kecilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Dengan penghasilan terbatas, ia mengaku sulit memperbaiki rumahnya secara mandiri.

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Targetkan Penurunan Kawasan Kumuh dan RTLH 12 Persen per Tahun

BACA JUGA : Bedah RTLH Berlanjut, Hasto Ajak Warga Wujudkan Hunian Layak Tanpa Proyek Besar

“Cukup untuk makan sehari-hari. Saya bersyukur dapat bantuan ini,” katanya.

Perbaikan rumah Partini merupakan bagian dari program RTLH yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dengan skema gotong royong, di mana melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan CSR dari DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY melalui DM Property serta bantuan material dari sejumlah instansi.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa program ini difokuskan untuk membantu warga dengan kondisi hunian tidak sehat dan tidak layak, terutama kelompok rentan.

“Rumah seperti ini sangat tidak memenuhi syarat. Dapur, kamar, dan WC menyatu, tidak sehat, apalagi dihuni anak kecil yang masih sekolah. Ini tentu memprihatinkan,” ujarnya saat meninjau lokasi.

BACA JUGA : Hujan Deras Picu Rumah Rusak di Danurejan, Kandang Ayam Ambrol hingga Warga Numpang Kamar Mandi

BACA JUGA : Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa DIY, Pohon Tumbang hingga Rumah Rusak di Bantul dan Kota Jogja

Dia menambahkan, program RTLH ini tidak menggunakan anggaran pemerintah seperti APBD atau APBN, melainkan mengandalkan kolaborasi dan semangat gotong royong masyarakat.

“Tanpa APBD, tanpa APBN, karena kadang tanahnya belum jelas secara administrasi. Tapi dengan gotong royong, ini tetap bisa diselesaikan,” jelasnya.

Program RTLH berbasis gotong royong ini telah berjalan sebelumnya dan menunjukkan hasil signifikan. Pada tahun 2025, sebanyak 82 rumah berhasil diperbaiki, dan pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 200 rumah.

Kategori :