Pemkot Ajak Muhammadiyah Sulap Sungai Code Jadi Destinasi Wisata Baru Yogyakarta

 Pemkot Ajak Muhammadiyah Sulap Sungai Code Jadi Destinasi Wisata Baru Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menggandeng Muhammadiyah dan mahasiswa UAD membersihkan Sungai Code, Minggu (23/5/2026). Selain rekonstruksi sosial, Pemkot menargetkan sungai ini menjadi destinasi wisata baru di Kota Yogyakarta.--dok. Pemkot Jogja

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta menggelar kerja bakti membersihkan Sungai Code di sekitar dam Tungkak Brontokusuman, Minggu (24/5/2026).

Aksi gotong royong tersebut tidak hanya fokus membersihkan fisik sungai, tetapi juga menjadi bagian dari rekonstruksi sosial untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga lingkungan.

Kegiatan itu melibatkan ratusan anak Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), masyarakat bantaran sungai, Satpol PP Kota Yogyakarta, hingga petugas ulu-ulu sungai dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi keterlibatan Muhammadiyah dan mahasiswa UAD dalam aksi tersebut.

BACA JUGA :  Talud Sungai Gajah Wong di Banguntapan Ambrol 40 Meter, Jembatan Terancam Rusak

BACA JUGA : Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban ke Kota Yogyakarta, Daging Dibagikan untuk Warga Bantaran Sungai

"Pada prinsipnya ini tidak hanya makna secara fisik sungainya bersih, tapi mengubah perilaku itu menjadi lebih penting. Karena Pemerintah Kota baru menggalakkan rekonstruksi sosial, mengubah perilaku masyarakat yang semula ringan tangan membuang sampah ke sungai," ujar Hasto di sela kegiatan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan sungai.

"Saya kira mahasiswa menjadi agent of change yang nantinya bisa mengajak masyarakat untuk mengubah perilakunya," katanya.

Hasto menyebutkan Pemkot Yogyakarta telah menggulirkan gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang melibatkan juru pilah sampah (Jumilah) di berbagai wilayah.

BACA JUGA : Pelantikan Pejabat Jogja digelar di Pinggir Sungai, Wali Kota Hasto Tekankan Empati dan Lingkungan

BACA JUGA :  Dulu Kumuh, Sungai Winongo Kini Disiapkan Jadi Ikon Wisata Baru Jogja

Dia berharap kampus-kampus, termasuk UAD, dapat mengambil tanggung jawab pada segmen tertentu di bantaran Sungai Code melalui program One Village One Sister University.

"Saya berharap UAD mengambil satu segmen wilayah kampung. Mau berkarya, mungkin bikin mural di tepi sungai, bikin taman di tepi sungai. Kalau perlu bikin pelabuhan kecil untuk destinasi wisata," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait