Diberitakan Disway National Network (DNN), perang memicu kenaikan harga minyak mentah Brent hingga 3,4% menjadi per barel, jauh melampaui harga sebelum perang.
BACA JUGA : Konflik Iran vs AS-Israel, Guru Besar UGM Nilai Indonesia Sulit Jadi Penengah
BACA JUGA : Muhammadiyah Kecam Serangan ke Iran, Desak PBB Beri Sanksi dan Dorong Dialog Damai Timur Tengah
Selain itu, ancaman Selat Hormuz yakni Sekitar 20% pasokan minyak dunia terancam karena potensi tertutupnya Selat Hormuz, jalur utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk (Arab Saudi, Iran, UEA, Kuwait, Qatar).
Dampak ke Indonesia, pakar ekonomi menyoroti nasib ekonomi Indonesia yang bisa goyah akibat lonjakan harga energi, yang berpotensi memicu inflasi tinggi dan resesi.
Bahkan, beberapa negara mulai mengambil langkah darurat, seperti Filipina yang terpaksa mengandalkan batu bara untuk menstabilkan pasokan listrik akibat krisis ini.