KULON PROGO, diswayjogja.id - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Praka Farizal Rhomadhon (28), prajurit TNI asal Kulon Progo yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Sang ibu, Supinah, tak kuasa menahan kesedihan saat mengenang komunikasi terakhir dengan putranya.
Supinah mengungkapkan, sehari sebelum kabar duka diterima, ia masih sempat melakukan video call dengan Farizal. Dalam percakapan itu, ia menanyakan kapan sang anak akan pulang ke Indonesia.
“Tadi malam itu video call, saya tanyakan pulangnya kapan, katanya nunggu tiket. Tiketnya kemarin belum dapat,” ujar Supinah di rumahnya Dusun Ledok, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (31/3/2026).
BACA JUGA : Kisah Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Asal Kulon Progo Gugur di Lebanon
BACA JUGA : Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Sri Sultan HB X Berharap Tak Ada Korban Lagi
Menurutnya, Farizal sebenarnya dijadwalkan menyelesaikan tugas di Lebanon pada akhir April 2026 dan pulang ke Indonesia pada Mei. Bahkan, jadwal penerbangan sudah sempat dikirimkan kepada keluarga.
“Rencananya akhir April selesai, terus Mei pulang. Sudah ada jadwal penerbangan, saya sudah dikirimi,” katanya.
Selama bertugas di luar negeri, komunikasi dengan keluarga tetap terjalin intens. Supinah menyebut, hampir setiap hari Farizal menyempatkan diri untuk menghubungi keluarga melalui video call.
“Iya setiap hari video call, kalau malam di sini, sana siang. Sama saya, sama bapaknya, terus disambungkan ke istrinya di Aceh,” jelasnya.
BACA JUGA : Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Muhammadiyah Serukan Hentikan Eskalasi Konflik
BACA JUGA : Muhammadiyah Kecam Serangan ke Iran, Desak PBB Beri Sanksi dan Dorong Dialog Damai Timur Tengah
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi di lokasi penugasan disebut semakin tidak menentu. Farizal kerap harus berlindung di bunker saat situasi darurat.
“Akhir-akhir ini agak darurat, setiap saat masuk ke bunker berapa jam, kalau aman baru keluar. Kalau ada sirine harus masuk,” tuturnya.
Di mata keluarga, Farizal dikenal sebagai sosok anak yang baik dan selalu terbuka kepada orang tua, bahkan sejak bertugas di Papua hingga Lebanon.