Daratan Tiongkok di Balik Semangkuk Ramen Paling Melegenda, Simak Ulasan Lengkapnya Berikut Ini

Rabu 01-04-2026,13:58 WIB
Reporter : Tri Diah Aprilia
Editor : Syamsul Falaq

Jejak Imigrasi dan Adaptasi Budaya

Akar sejarah ramen di Jepang dapat ditarik kembali ke tahun 1880-an, tepatnya di pemukiman Tionghoa di Yokohama. Para imigran asal Kanton dan Shanghai membawa kebiasaan mengonsumsi sup mi yang kemudian dikenal oleh masyarakat lokal sebagai "Nankin Soba" atau Mi Nanjing. Pada masa itu, hidangan ini masih dianggap sebagai makanan asing yang dikonsumsi oleh komunitas imigran.

Titik balik terjadi pada tahun 1899 ketika pemerintah Jepang melonggarkan peraturan bagi warga asing untuk membuka usaha di luar kawasan tertentu. Hal ini memicu menjamurnya restoran Tionghoa di berbagai kota pelabuhan seperti Kobe dan Nagasaki. Menu sederhana berupa mi dengan potongan daging babi panggang (char siu) mulai menarik minat warga lokal Jepang karena harganya yang murah dan porsinya yang mengenyangkan.

BACA JUGA : Menelusuri Tren Kuliner Unik, Eksplorasi Matcha Ramen Terbaik di Jakarta Berikut Info Selengkapnya

BACA JUGA : Deretan Tempat Makan Ramen di Purwokerto, Pilihan Menu Enak Beragam Dijamin Harga Bersahabat

Tonggak Penting dalam Lini Masa Ramen

Meskipun tidak ada satu orang pun yang bisa diklaim sebagai penemu tunggal ramen, beberapa momentum berikut menjadi pilar penting dalam sejarahnya:

Era Rai-Rai Ken (1910)

Toko ramen pertama yang dianggap sebagai pelopor gaya modern adalah Rai-Rai Ken di distrik Asakusa, Tokyo. Pemiliknya, Kan’ichi Ozaki, mempekerjakan koki-koki asal Kanton untuk menciptakan hidangan fusion pertama. Di sinilah istilah "Shina Soba" mulai digunakan, yang menyajikan mi gandum dengan topping yang disesuaikan dengan selera lokal Jepang. Restoran ini menjadi cikal bakal budaya makan mi di Jepang yang lebih terorganisir.

Pengaruh Perang Dunia II (1945–1952)

Setelah Perang Dunia II berakhir, Jepang mengalami krisis pangan yang hebat. Pasokan beras sangat terbatas, namun Amerika Serikat menyuplai tepung terigu dalam jumlah besar ke pasar Jepang. Di saat yang sama, banyak tentara Jepang yang kembali dari Tiongkok membawa kecintaan pada sup mi gandum. Fenomena ini memicu lahirnya yatai (warung kaki lima) di pasar gelap yang menjual ramen sebagai solusi pangan murah dan bergizi. Sejak saat itulah, budaya makan berbasis gandum mulai menggeser dominasi beras di kawasan perkotaan Jepang.

Revolusi Ramen Instan (1958)

Inovasi terbesar dalam dunia ramen terjadi ketika Momofuku Ando menciptakan "Chikin Ramen" pada tahun 1958. Melalui perusahaan Nissin, Ando berhasil mengubah ramen yang tadinya harus dimasak lama di restoran menjadi makanan yang bisa dinikmati hanya dalam hitungan menit dengan air panas. Penemuan ini membuat ramen bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja di seluruh dunia.

Diversifikasi Rasa Berdasarkan Wilayah

Seiring berjalannya waktu, setiap daerah di Jepang mengembangkan ciri khas ramennya sendiri. Hal ini menciptakan keragaman rasa yang luar biasa:

Sapporo (Miso Ramen): Lahir di wilayah dingin Hokkaido, menggunakan kuah miso yang kental dengan topping mentega dan jagung untuk memberikan kehangatan ekstra.

Kategori :