GUNUNGKIDUL, diswayjogja.id - Arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Gunungkidul mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam tiga hari terakhir, tercatat sebanyak 82 ribu kendaraan melintas di sejumlah jalur utama, terutama di kawasan Patuk yang menjadi pintu masuk utama.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan lonjakan tersebut terpantau langsung saat dirinya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau sejumlah pos pengamanan.
“Berdasarkan data yang dipaparkan dari setiap pos, tercatat pergerakan pemudik yang signifikan dalam tiga hari terakhir dengan total mencapai 82.000 kendaraan, baik sepeda motor, mobil pribadi, maupun bus,” ujarnya saat peninjauan, Senin (16/3/2026).
Peninjauan dilakukan di dua titik utama, yakni Pospam Siyono dan Pospam Hargodumilah. Dari kedua lokasi tersebut, Pospam Hargodumilah menjadi perhatian khusus karena dinilai sebagai titik paling rawan.
BACA JUGA : Kendaraan Masuk DIY Mulai Meningkat, Prediksi Puncak Mudik 18–19 Maret
BACA JUGA : Pakar UGM: Istirahat Tiap 4 Jam Saat Mudik untuk Hindari Microsleep di Jalan Tol
Menurut Endah, kondisi jalan yang menanjak dan berkelok di kawasan Hargodumilah berpotensi menimbulkan kemacetan hingga kecelakaan, terutama saat volume kendaraan meningkat drastis.
“Pusat arus mudik diprediksi akan terjadi pada tanggal 18-19 April. Kami bersama Forkopimda memastikan kesiapan personel untuk membantu kelancaran arus, mengingat titik ini adalah titik paling rawan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi risiko di jalur tersebut, pemerintah telah memberlakukan pembatasan kendaraan bertonase berat selama 13 hari, kecuali untuk kendaraan pengangkut logistik dan kebutuhan pokok.
Sementara itu, Kepala Pospam Hargodumilah, AKP Paryadi, menyebutkan bahwa pos pengamanan telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan pemudik.
BACA JUGA : Arus Mudik Kereta Mulai Ramai, 51 Ribu Pemudik Padati Yogyakarta
BACA JUGA : KAI Daop 6 Operasikan 12 Kereta Tambahan, Puncak Mudik Lebaran Diprediksi 24 Maret
“Pospam Hargodumilah menyediakan layanan kesehatan dan ambulans, tempat istirahat yang nyaman, serta minuman hangat gratis bagi pemudik untuk mengurangi kelelahan,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng bengkel lokal untuk menangani kendaraan yang mengalami kendala teknis di jalur tanjakan.
“Kami juga menyiapkan Tim Ganjal dan Tim Urai untuk membantu kendaraan yang tidak kuat menanjak,” tuturnya.