YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mengembangkan wisata berbasis pengalaman melalui kegiatan Bule Mengajar yang dipadukan dengan paket Jelajah Kawasan Kotagede.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pariwisata berbasis pengalaman sekaligus memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Yogyakarta kepada wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati menjelaskan Bule Mengajar dikembangkan sebagai upaya mengaktivasi potensi wisata di kawasan Kotagede, khususnya untuk menarik minat wisatawan mancanegara.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa asing dalam kegiatan masyarakat di Kotagede diharapkan memberikan pengalaman berkesan yang nantinya dapat diceritakan kembali kepada keluarga maupun teman di negara asal mereka.
BACA JUGA : Bus Pariwisata Dilarang Masuk Parkir Senopati Mulai 14 Maret, Ini Aturan Baru di Malioboro
BACA JUGA : Bus Pariwisata Dibatasi Masuk Pusat Kota Jogja Saat Lebaran, Arus Kendaraan Dialihkan ke Jalur Pinggir
“Semoga ini menjadi awal yang baik tidak hanya di Kampung Purbayan, tetapi juga memberi pengalaman hingga ke 46 kampung wisata dan 45 Pokdarwis sehingga dunia bisa melihat potensi luar biasa kampung-kampung di Kota Yogyakarta,” ujar Daning saat kegiatan Bule Mengajar, Sabtu (14/3/2026) petang.
Ketua Kampung Wisata Purbayan Nugroho Nurcahyo mengatakan kegiatan Bule Mengajar juga menjadi bagian dari uji coba paket wisata Jelajah Kawasan Kotagede.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak menjelajahi sejumlah destinasi di kawasan Kotagede, mulai dari Pasar Kotagede hingga lorong-lorong kampung di Purbayan yang terkenal seperti labirin, sebelum berakhir di kawasan Between Two Gates Kotagede.
“Potensi Kotagede cukup banyak, mulai dari kerajinan perak, roti Kembang Waru, Museum Iqro AMM hingga kawasan alun-alun dan nDalem peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Semua ini kami kemas menjadi paket Jelajah Kawasan Kotagede,” tutur Nurcahyo.
BACA JUGA : Warga Pokdarwis Watu Bolong Tolak Relokasi, WALHI Kritik Wisata On The Rock di Gunungkidul
BACA JUGA : GKR Hemas Dorong Jogja Agro Park Kulon Progo Jadi Taman Edukasi dan Wisata Agro
Sementara itu, salah satu peserta Bule Mengajar, Abubakar Sharif Faki dari Tanzania mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini memberikan pengalaman langsung untuk memahami kehidupan masyarakat serta budaya di Kotagede.
“Ini sebenarnya sesi yang sangat bagus dan memberi kami pengalaman tentang bagaimana masyarakat Kotagede hidup dan budaya mereka. Saya jadi mengetahui budayanya, pasar dan sejarah Kotagede dari zaman kuno hingga sekarang serta cara mereka melestarikan warisan budaya di sini,” terang Abubakar.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menginspirasi upaya pelestarian budaya bagi generasi muda di negaranya.