Ada 32 Daycare Belum Berizin di Jogja, Hasto: Harus Tutup Sementara dan Urus Izin
Pemkot Yogyakarta mencatat 68 daycare, hanya 37 berizin. Wali Kota Hasto Wardoyo (kiri) menegaskan daycare ilegal ditutup sementara, sementara 130 orang tua konsultasi dampak kasus.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan hasil pendataan sementara terkait keberadaan daycare di Kota Yogyakarta pasca mencuatnya kasus dugaan kekerasan anak.
Dari total 68 daycare yang terdata, hanya 37 yang telah mengantongi izin resmi. Sementara sisanya masih belum berizin dan akan ditindak sesuai arahan pemerintah daerah.
“Sampai hari ini total yang terdata sudah 68 daycare, yang resmi berizin 37, kemudian yang lainnya itu belum berizin,” ujar Hasto saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Selasa (28/4/2026).
Dia menjelaskan, banyak daycare yang beroperasi dengan menginduk pada izin TK atau PAUD tanpa memiliki izin khusus sebagai tempat penitipan anak.
BACA JUGA : Sri Sultan Panggil Pemkot Bahas Kasus Daycare, Instruksikan Penutupan Tempat Tak Berizin dan SOP Baru
BACA JUGA : Vandalisme di Daycare Little Aresha Jogja, Wali Kota Hasto Minta Warga Tidak Main Hakim Sendiri
“Ini TK, PAUD terus dia membuka juga daycare, harusnya TK-nya izin, daycare-nya juga harus izin,” katanya.
Menindaklanjuti arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Pemkot Yogyakarta akan menutup sementara daycare yang belum berizin sembari mendorong pengelola segera mengurus legalitas.
“Sesuai arahan Ngarsa Dalem, yang belum berizin untuk sementara ditutup dulu sambil diminta mengajukan perizinan,” jelasnya.
Meski demikian, Hasto menegaskan pemerintah juga harus proaktif membantu proses perizinan, mengingat keberadaan daycare masih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi keluarga dengan kedua orang tua bekerja.
BACA JUGA : Pasca Kasus Little Aresha, Pemkot Jogja Sidak Daycare dan Temukan Pelanggaran Izin
BACA JUGA : KPAI Sebut Ada Pola Terstruktur Kasus Daycare Jogja, 20 Anak Ditangani 2 Pengasuh
“Banyak orang tua bekerja, suami istri kerja, jadi daycare ini tetap dibutuhkan. Yang penting kita dampingi supaya aman,” lanjutnya.
Selain penertiban, Pemkot juga fokus pada penanganan anak-anak yang diduga menjadi korban. Hasto menyebut jika ditemukan indikasi tertentu, termasuk dugaan pemberian obat-obatan, pihaknya siap melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: